Seks yang Bertanggung Jawab

*Nadyazura

Bicara feminisme pasti tidak lepas sama yang namanya seksualitas perempuan. Entah kenapa perempuan yang jujur terhadap seksualitasnya dianggap menyimpang dari norma masyarakat yang berlaku. Karena perempuan harus diasingkan dari seksualitas dirinya, maka akibatnya parah, perempuan jadi tidak mengenal tubuhnya sendiri.

Saya berulang kali menulis post tentang penguasaan tubuh sendiri untuk menghindari perempuan jadi korban pelecehan seksual, bahwa orgasme itu wajar adanya, dan kamu boleh menunjukan kalau kamu itu menarik. Jadilah cantik berdasarkan standarmu sendiri, bukan yang dibuat orang lain!

Tujuan post ini adalah untuk menanggapi isu pelegalan aborsi.

Apakah aborsi itu membunuh? Apakah pelegalan aborsi ini tanda-tanda akan akhir jaman?

Mari kita baca terlebih dahulu tentang Peraturan Pemerintah tentang aborsi yang benar.Nah, kebetulan, ketika barusan gue ngajar di kelas dengan murid anak SMA. Gue bertanya : menurut mereka apa sih dampak pelegalan aborsi di Indonesia?

  • Mereka katanya khawatir kalau nanti kalau aborsi legal free sex jadi marak
  • Apalagi kalau aborsi legal berarti praktek dokter aborsi makin gampang dicari. Which is jadi enggak apa-apa kalau seks bebas.

Kita enggak bisa mengawasi anak-anak dan adik-adik kita setiap hari, maka salah satu caranya adalah mengajarkan seks yang bertanggung jawab kaya gini:

  1. Jangan dilarang pacaran. Namanya juga anak baru mengkel bos, ibaratnya mangga mah lagi mengkel-mengkelnya menggoda buat dirujak. Kita enggak bisa menekan mereka untuk enggak pacaran. Karena, pacaran itu berguna untuk belajar membangun hubungan, mengenal lawan jenis, belajar memahami dan bekerjasama, serta belajar menerima perbedaan. Pacaran kalau dilakukan dengan benar akan mengajarkan kita tentang kehidupan kok
  2. Nah loh, kalau dibiarin mereka pacaran nanti mereka seks bebas dooong? Kemungkinan besar bisa terjadi karena secara biologis organ-organ reproduksi mereka sudah matang dan siap bereproduksi, ditambah belajar seks otodidak (baca: nonton bokep). Tapi tenang, post ini dibuat disertai dengan solusi.
  3. Ajarkan mereka tentang sex education. Memang sih sex education tidak akan membuat mereka jadi enggak seks bebas, tapi seks yang bertanggung jawab. Dengan mengenal tubuh dan organ reproduksinya, mereka jadi tahu konsekuensi dari setiap tindakan yang mereka lakukan. Mereka akan mikir-mikir kalau mau seks enggak aman, karena akibatnya akan seumur hidup.
  4. Jangan larang masturbasi. Masturbasi itu aman, enggak bikin hamil, enggak bikin selaput dara rusak,  dan enggak bikin keperjakaan hilang. Beberapa ajaran agama ada yang melarang masturbasi, tapi kalau enggak mastrubasi kamu mau gimana? Kawinin kucing tetangga?

Intinya seksualitas itu enggak bisa dihilangkan, tapi bisa dikontrol. Kalau kamu yakin mau melakukan kegiatan seksual, ya mastrubasi aja. Kalau emang pengen berhubungan seksual dengan pasangan, ya harus mau bertanggung jawab atas apa yang nanti akan terjadi ya!

Smile!

**Tulisan ini pernah dimuat dalam blog pribadi Nadya, nadyazura@blogspot.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s