Arisan!: Why do we need to talk about sex?

Why do we need to talk about sex?

Pertemuan bersama SGRC pada hari Selasa (13 Januari), lalu membahas mengenai arisan. Arisan!, adalah sebuah acara diskusi per 2 minggu yang diadakan secara berkala oleh para anggota. Sistem yang digunakan kurang lebih seperti arisan pada umumnya, di mana akan terdapat satu botol yang berisi nama dan satu botol lagi yang berisikan topik. Anggota yang namanya terpilih, diharuskan untuk mempresentasikan topik tersebut 2 minggu kemudian dan juga memenangkan arisan dari uang yang telah dikumpulkan. Arisan pertama dihadiri oleh 23 orang yang telah rela menerjang hujan untuk datang! Terima kasih juga kepada teman-teman yang sudah membawa makanan untuk ‘potluck’ ala-ala kali ini. Sekaligus selamat kepada pemenang pertama yaitu Nadyazura, yang akan mempresentasikan mengenai aseksualitas pada tanggal 27 Januari.

Selain dengan pembahasan mengenai Arisan!, terdapat pula presentasi oleh Ferena Debineva yang membawakan topik pengantar mengenai seksualitas – dan mengapa adalah merupakan suatu hal penting untuk berbicara mengenai topik tersebut.

Presentasi dimulai dengan cara yang interaktif: Mulai dari menyebutkan nama lain dari penis dan vagina, dan apa yang dirasakan ketika menyebutkan dan membahas topik topik mengenai seksualitas. Peserta diajak berefleksi pada aktivitas dan pandangan sehari-hari mengenai seksualitas.

Seksualitas, seperti yang diketahui, adalah sesuatu hal yang jarang sekali dibicarakan di ruang publik. Entah itu dikarenakan oleh gagasan akan tabu, tradisi, ataupun hal-hal lain yang membelengu dan membatasi percakapan. Karena restriksi inilah, maka kemudian dikhawatirkan akan terdapat penyebaran informasi yang tidak sempurna, dan menyebabkan salah kaprah. Informasi sepotong-sepotong – entah benar atau tidak – yang tidak memberikan suatu gambaran utuh, laiknya metafor mengenai enam orang buta yang meraba bagian berbeda dari gajah dan memberikan jawaban yang berbeda-beda, seperti itu pula penggambaran adanya perbedaan persepsi dalam melihat masalah. Selain itu, perbedaan sisi atau sudut pandang, memberikan perspektif yang berbeda pula dalam pembahasan mengenai seksualitas: yang kemudian mendukung adanya diskusi interdisiplin dalam SGRC UI.

Kunci dalam membicarakan mengenai seksualitas adalah keinginan untuk belajar, usia dan minat yang sama, serta iklim positif yang non judgemental. Hal tersebutlah yang coba dikembangkan terus menerus.

Oleh karena itu, suatu upaya pembelajaran diperlukan dan memberikan informasi dalam bentuk utuh as it is. Tanpa adanya bumbu mitos, tabu, isu, ataupun restriksi lain yang telah begitu menjadi familier dalam upaya  pembahasan mengenai jender dan seksualitas. Dengan mengenal diri sendiri – semua tindakan, ekspresi diri, orientasi seksual, identitas jender, dan seterusnya – maka diharapkan, seseorang dapat membuat pilihan hidup yang bertanggung jawab, dengan pengetahuan yang utuh.

10949714_1020874427929539_587078076_n      10949881_1020874414596207_406790389_n

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s