Arisan 3!: Online Dating

download

*Ratih Cahyani

Sebuah artikel of sorts, adaptasi presentasi Arisan! SGRC UI minggu ke-3

Akhir-akhir ini saya sering melihat screen capture dari berbagai website dan aplikasi untuk berkencan, seperti OK Cupid dan Tinder. Ada dua sisi mata koin yang ditampilkan pada penggunaan kedua aplikasi tersebut: yang menganggap menyenangkan/ “lucu”, dan yang menganggap aplikasi tersebut kurang menyenangkan. Hal tersebut menggugah rasa penasaran saya, “Apa sih daya tarik dari menemukan cinta dan companionship lewat internet? Dan walaupun sudah banyak kasus harassment dan kejadian tidak menyennagkan lainnya, apa yang membuat peminat online dating tetap meningkat dari tahun ke tahun?

Online dating yang saya presentasikan di Arisan! SGRC sendiri saya simpulkan definisinya sebagai “sebuah layanan yang berbasis Internet, yang memudahkan pengguna untuk membuat profil di Internet dan kemudian digunakan untuk mengkontak dan dikontak pengguna lain (Egan, 2003, dalam Toma, Hancock, dan Ellison, 2008). Dalam interaksi yang dilakukan oleh antar pengguna online dating, mereka dapat memutuskan sendiri bagaimana mereka akan melanjutkan interaksi mereka, dari pengguna yang memutuskan untuk memulai secara perlahan dengan coffee date, sampai mereka yang memilih one night stand.

Online dating banyak menggunakan algoritma tertentu untuk memudahkan pengguna menemukan pengguna lain yang tepat dengan algoritme seperti Match.com, atau dengan menggunakan tes kepribadian seperti yang digunakan setipe.com

Sampai tahun 2003, 2 dari 5 singles di Amerika (sekitar 29 juta orang penduduknya), merupakan pengguna aktif online dating (Gershber, 2004, dalam Ellison, Heino, dan Gibbs, 2006), dan terus meningkat jumlahnya dari tahun ke tahun.Online dating juga merupakan bisnis yang cukup menjanjikan, dilihat dari pemasukannya sejumlah 2 milyar dollar pada tahun 2011 (Masdendan Edwards, 2015). Di Indonesia sendiri, bisnis dan tren penggunaan meningkat dengan semakin populernya website setipe.com, dan juga makin banyaknya pengguna online dating di berbagai website lain.Secara umum, menurut PewResearch.com (2013),pengguna online dating banyak berasal dari kelompok umur 20 hingga 40 tahun yang sedang kuliah. Laki-laki lebih sering menggunakan aplikasi dating daripada website sedangkan perempuan secara seimbang menggunakan keduanya.

Banyak laporan mengenai harassment merupakan salah satu faktor mengapa online dating tidak terlalu populer bagi sebagian orang. 40% dari pengguna internet secara umum mengalami harassment selama mereka berada di internet, 6% dari total responden mengakui harassment tersebut terjadi saat mereka menggunakan layanan online dating (PewResearch.com, 2014). Selain itu, banyaknya pengguna online dating yang tidak merepresentasikan dirinya secara jujur juga banyak membuat ragu orang lain untuk mencoba online dating (Dockterman, 2013). Hal ini banyak terjadi mulai dari menggunakan foto profil yang sudah lama, memalsukan data diri (umur, status diri, dan kesukaan misalnya), hingga catfishing, yaitu membuat profil yang sama sekali palsu dengan tujuan untuk menipu orang lain (Masden dan Edwards, 2015).

Meskipun begitu, dua hal tersebut tidak terlalu mengganggu bagi pengguna online dating aktif lainnya. Online dating dianggap menarik karena adanya kontrol dari pengguna untuk mengatur apa yang dapat mereka perlihatkan maupun yang tidak (Ellison, Heinodan Gibson, 2006). Alasan lainnya adalah karena online dating tidak mempermasalahkan jarak di antara pengguna, kemungkinan untuk bertemu orang yang sama sekali berbeda dengan orang yang mereka biasa temui, dan dapat dilakukan secara independen, yang berarti online dating tidak memerlukan perantara orang lain dan interaksi antara pengguna dapat hanya diketahui di antara mereka. Alasan shopping for partner, atau “melihat-lihat” tanpah arusmelalui proses kencan juga muncul sebagai alasan populernya online dating (Heino, Ellison, dan Gibbs, 2010).

Meningkatnya peminat online dating menyebabkan munculnya website dan aplikasi online dating niche, yang melayani dan menyediakan “tempat berinteraksi” pengguna online dating yang termasuk dalam daftar demografis tertentu maupun ketertarikan tertentu. Hingga tahun 2006, 35 % dari website online dating adalah website niche yang menargetkan pengguna internet dengan ketertarikan tersendiri, seperti Farmers Only (untuk para petani), Mature Singles Only (untuk singles di atas 50 tahun) hingga STDmatch.net (untuk singles dengan sexual transmitted diseases) (Sullivan, 2008). Niche online dating website dan aplikasinya juga ada yang dikhusukan untuk pengguna internet dengan orientasi seksual tertentu (Grindr dan Scissr, misalnya), agama tertentu (eHarmony dan JDate), maupun bagi mereka yang mencari hubungan selain hubungan romantika dan seksual (misalny aseekingarrangement). Menurut Houran (2009), ada tiga alasan utama kenapa begitu banyak pengguna internet yang tertarik menggunakan website dan aplikasi niche ini dibandingkan menggunakan website dan aplikasi online dating yang umum, yaitu keinginan untuk mencari pasangan yang bertujuan atau ketertarikan yang sama, mencari pasangan yang memiliki ketertarikan yang sama sekali berbeda, sedang memisahkan diri dari orang-orang yang dianggap memiliki karakter atau ketertarikan yang dianggap tidak menarik olehnya (deal breakers).

Well, walaupun online dating makin popular akhir-akhir ini, pada akhirnya, it’s entirely up to you, to give it a go or not. Online dating tidak hanya digunakan untuk menemukan cinta lho! Lewat online dating, kita mungkin bisa “bertemu” orang baru, bertukar pikiran, dan mungkin mengenali diri kamu dengan lebih baik lagi.Still, if you do, have fun and stay safe!

Sumber

Dockterman, E. (2013). Why We Don’t Trust Online-Dating Sites but Use them Anyway. Disadur dari: http://healthland.time.com/2013/10/21/why-we-dont-trust-online-dating-sites-but-use-them-anyway/

Ellison, N., Heino, R., & Gibbs, J. (2006). Managing impressions online: Self‐presentation processes in the online dating environment. Journal of ComputerMediated Communication11(2), 415-441.

Houran, J. (2009). The Allure of Niche Dating Sites. Disadu rdari: http://www.onlinedatingmagazine.com/columns/2009editorials/nichedatingsites.html

Masden, C., & Edwards, W. K. Understanding the Role of Community in Online Dating.

Sulliva, JC. (2008). Let’s Say You Want to Date A Hog Farmer. Disadur dari: http://www.nytimes.com/2008/04/27/fashion/27niche.html?_r=2&ref=fashion&oref=slogin&

Toma, C. L., Hancock, J. T., & Ellison, N. B. (2008). Separating fact from fiction: An examination of deceptive self-presentation in online dating profiles.Personality and Social Psychology Bulletin34(8), 1023-1036.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s