Arisan 7!: Queerness in Fanfiction

*Yudithya Artha

20140424_seoulbeats_fanfiction

Sekitar dua minggu yang lalu saya secara kebetulan mendapat kesempatan untuk mempresentasikan suatu topik, yaitu “Queerness in Fanfiction.” Sejujurnya saya sendiri tidak begitu tertarik untuk membaca fanfic, apapun genre dari fanfic tersebut termasuk queer fanfic. Sampai ketika pada akhirnya saya memperoleh topik ini untuk arisan SGRC UI yang keenam,  yang akan saya kaji dari beberapa segi:

Queer, Fanfiction dan Queer Fanfiction                                      

Pronunciation: /kwɪə/

Definition of queer  dalam Bahasa Inggris:

Adjective

  • Strange; odd:

“She had a queer feeling that they were being watched”

  • [PREDICATIVE] British informal, slightly ill:

“He was feeling rather queer

Informal, often offensive, homosexual

Keterangan yang dilampirkan diatas adalah  definisi queer berdasarkan  Oxford  Dictionary . Queer pada abad ke-16  bermakna “aneh” atau “ganjil,” ditujukan pada sesuatu yang terlihat tidak wajar (contoh kalimat dapat dilihat pada definisi queer diatas).  Pada akhir abad ke-19, queer bermakna konotasi terhadap penyimpangan seksual, misalnya laki-laki feminin. Queer juga ditujukan bagi  untuk individu-individu yang memiliki “same-sex desire” dan  LGBT.

Berdasarkan Urban Dictionary, fanfiction adalah ketika seseorang menempatkan suatu cerita ataupun karakter dari suatu karya tertentu baik dari novel, acara televisi, movie, atau karya lainnya dan kemudian membuat suatu plot cerita berdasarkan karya tersebut.  Dalam fanfic sering dipakai berbagai istilah-istilah, seperti cross-over,angst,  fandom, shipping, OTP, dan berbagai istilah lain.

Setelah melihat kedua definisi tersebut, saya menafsirkan bahwa queer fanfiction adalah suatu cerita  berdasarkan kreativitas penulis sendiri terhadap  suatu karya tertentu,  dimana plot cerita mengisahkan karakter utama memiliki ketertarikan seksual atau romantik dengan karakter lain yang memiliki jenis kelamin sejenis.

Queer Fanfiction

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, dalam fanfiction sendiri sering dipakai berbagai istilah, misalnya:

  • Canon: A fanfiction or pairing that is true to the original work.
  • Crossover: Refers to stories in which the characters, premises, or settings of more than one fandom coincide. Crossovers may consist of a complete blending of universes or only a slight, passing connection. Knowledge of both (or multiple) fandoms is not always necessary, but generally helpful to fully understanding the story.
  • Fandom: The community that surrounds a tv show/movie/book etc. Fanfiction writers, artists, poets, and cosplayers are all members of that fandom. Fandoms often consist of message boards, livejournal communities, and people.
  • Angst— refers to a genre of stories with prevalent physical or, mainly, emotional torment of characters. Most stories with an angst description contain significant levels of characters feeling emotions such as fear, anxiety, or sadness. Such fics may also be designed to elicit such emotions in the readers.

Istilah-istilah dalam fanfic bukan hanya empat seperti yang telah saya sebutkan diatas, masih ada puluhan bahkan ratusan istilah lainnya yang tentunya tidak dapat saya sebutkan dalam tulisan ini satu per satu. Untuk lebih lanjut mengenal istilah-istilah yang digunakan dalam fanfic dapat dilihat pada tautan ini.

Setelah saya melakukan beberapa penulusuran dan wawancara terhadap teman-teman saya yang cukup paham mengenai fanfic, akhirnya saya terpengaruhi untuk setidaknya membaca satu dari sekian banyak fanfic yang beredar. Karya-karya fanfic seperti yang pernah saya baca dapat diakses dari berbagai situs-situs atau aplikasi seperti Fanfiction.net, asianfanfics, Quotev, Wattpad, Ficwad dan Fictionpad. Setelah membaca salah satu fic dan fic tersebut tergolong sebagai queer fanfiction, saya ingin tahu mengapa awalnya penulis pada mulanya menulis suatu fic, mengapa akhirnya seseorang membaca suatu fic, dan yang terakhir mengapa menulis atau membaca suatu queer fanfic.

Sudut Pandang Penulis dan Pembaca

Ketika saya membaca manga seperti Naruto atau mungkin menonton film Sherlock Holmes saya hanya mengenal satu plot cerita saja. Ketika membandingkan plot original manga Naruto dengan sekian banyak fiction dari fandom Naruto, saya merasa suatu hal yang baru dari hasil imajinasi author suatu fanfic.

Misalnya, ketika saya membaca fiction di mana plot mengisahkan Naruto dan Sasuke adalah siswa dari suatu SMA tertentu dan dalam plot tersebut menceritakan romantic relationship antara Naruto dan Sasuke seusai pulang sekolah. Entahlah ekspresi apa yang terungkap pada wajah saya begitu saya mengingat cerita asli Naruto dan membandingkannya dengan fiction yang baru saja saya baca.

Seketika pertanyaan seperti “Mengapa ada penulis yang menulis side story seperti ini dan mengapa orang membaca fiction ini?” muncul dalam kepala saya. Suatu fiction tercipta mulanya karena adanya pemujaan terhadap suatu karya oleh fans karya tersebut. Dimana fans membaca karya-karya pujaannya secara aktif dan akhirnya memproduksi suatu karya  seperti fiction sebagai bentuk pemujaan terhadap suatu karya. Seberapa luar biasanya suatu karya seperti manga, movie atau novel plot dalam karya tersebut, pasti menimbulkan adanya rasa tidak puas para fans terhadap plot. Oleh karena itu, fans menanggulangi rasa tidak puas tersebut dengan memproduksi suatu karya (fanfiction) dimana plot tercipta berdasarkan imajinasi penulis terhadap karya pujaannnya.

Dalam suatu fiction, suatu karakter di-pair dengan karakter lain yang mungkin dalam karya asli bukanlah pasangannya. Misalnya dalam fandom Fairy Tail, Erza di-pair dengan Mirajane lalu kemudian dibuat suatu plot yang mengisahkan kedua karakter tersebut berdasarkan latar belakang plot dari anime/manga Fairy Tail. Seperti itu fanfiction, tercipta lebih dan kurangnya lalu kemudian dibaca oleh pembaca yang suka terhadap OTP tersebut sebagai salah satu hiburan.

Fiction memang suatu benda hiburan, layaknya gadgets yang berisi berbagai games, televisi, opera, panggung drama, buku, koran dan berbagai benda hiburan lainnya. Pembaca merasa terhibur dan penulis merasa senang menyalurkan hobi dan imajinasinya. Namun, ketika saya melihat queer fanfic sebagai hiburan saat ini, mengapa queer fanfic di antara sekian banyak genre fanfic lainnya?

Queer sendiri merupakan hal yang tidak umum untuk masyarakat saat ini, tetapi cukup banyak pembaca yang menikmati dan terhibur oleh genre queer fic. Ketika saya bertanya “mengapa” kepada penikmat queer fic, beberapa menjawab “ya, lucu aja karakter X di-pair dengan karakter Y, gue sih seneng baca fic yang ceritain mereka berdua”. Sebagian lagi menjawab “Si cowo X terlalu cantik sebagai cowo, cocoknya dipair dengan si cowo Y aja, bukan sama karakter Z,” dan sekian alasan lainnya dari para pembaca queer fanfiction.

Mereka yang sangat menikmati queer fanfiction terkadang mendiskriminasi queer yang ada pada realita, merasa cukup risih ketika queer terproyeksikan dalam kehidupan sehari-hari pembaca. Pembaca merasa terpuaskan hasrat dan imajinasinya ketika membaca misalnya yaoi fanfic tetapi tidak menyetujui ketika homoseksual terjadi dalam dunia nyata pembaca. Bisa saja karena pembaca merasa homoeroticsm memang menarik sebagai fantasi saja namun sekaligus merasa bertentangan dengan norma-norma dan stigma yang pernah pembaca ketahui sebelumnya sehingga muncul suatu reaksi penolakan. Diperlukan adanya sikap kritis dan realistis dari diri pembaca yang mungkin memberi jurang tanpa jembatan antara fiksi dan realita untuk menanggapi sikap sebagai penikmat queer fanfic namun homophobic.

Positif dan negatif Fanfiction

Para author yang menulis suatu fanfic dan jika fanfic tersebut cukup menarik perhatian pembaca, mungkin karena plot cerita sangat menarik atau cara penyampaian author yang baik dapat meningkatkan popularitas author. Selain itu fanfiction adalah suatu media penyalur hobi menulis dan berimajinasi penulis dan penyalur hobi membaca dan berimajinasi pembaca. Fanfiction, seperti yang telah disebutkan sebelumnya adalah sebagai objek hiburan massa. Ketika suatu fanfic cukup terkenal oleh massa, fiction bisa saja dibeli oleh pihak tertentu.

Dari beberapa sisi positif yang diungkapkan, fanfiction juga memiliki sisi negatif. Ketika suatu karya fanfic cukup memukau pembaca, pembaca mungkin jauh lebih terkesima terhadap fanfiction suatu karya ketimbang karya aslinya. Sehingga dikenal istilah “canon dan fanon kecampur”. Selain itu, keterbatasan keahlian penulis juga berpengaruh terhadap kualitas suatu fanfic, ada penulis yang pemilihan katanya kurang tepat dan kurang membuat pembaca ketagihan membaca cerita, ada juga plot cerita fanfic yang terlampau jauh dibanding karya aslinya sehingga terkadang penulis fanfic dianggap sebagai “pembajak” atau “pemerkosa” suatu karya.

T V Trope

Tv Trope dapat dikatakan sebagai kamus atau ensiklopedia dari berbagai karya baik manga , novel, movie dan lainnya. TV Trope berfungsi sebagai indeks suatu karya sastra. Tv Trope menampilkan tiap pola yang terdapat dalam suatu karya dan memberikan tautan terhadap karya lain yang  memiliki hubungan. Dapat diakses melalui tautan ini.

Simpulan

Fanfiction termasuk queer fanfiction dasarnya adalah objek hiburan massa, baik hiburan bagi penulis maupun pembaca. Bermula dari pemujaan terhadap suatu karya ataupun adanya rasa tidak puas, fanfiction juga memiliki beberapa sisi positif maupun negatif. Untuk itu diperlukan sikap kritis dan realistis para penikmat fanfic baik penulis dan pembaca. Agar tidak tercipta sikap yang menampilkan jurang lebar tanpa jembatan antara dunia fantasi dan dunia nyata yang sesungguhnya terjadi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s