Research : Gambaran Sikap Homophobia pada Mahasiswa Laki-laki S-1 Universitas Indonesia terhadap Laki-laki Homoseksual

*Ferena Debineva

Berikut adalah laporan penelitian deskriptif mengenai gambaran sikap homophobia pada mahasiswa laki-laki S1 Universitas Indonesia terhadap laki-laki homoseksual. Homophobia diukur melalui Riddle’s Homophobia Scale yang disusun oleh Dorothy Riddle (Lynch-Roche, 2012) dan diadaptasi oleh Gay, Lesbian, and Straight Education Network (University of Nebraska-Lincoln).

Sifat pengukuran Riddle’s adalah uni dimensional menggunakan 5 poin skala nominal Likert pada 8 kelompok pernyataan. Derajat pengukuran sikap dibagi menjadi dua level, yaitu level sikap negatif yang terdiri dari repulsion, pity, tolerance dan acceptance serta level sikap positif yang terdiri dari support, admiration,appreciation, dan nurturance (Wall, 1995).

Kriteria sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa (laki-laki) yang masih aktif mengikuti pendidikan strata satu Universitas Indonesia, dengan teknik accidental sampling dengan mengisi kuesioner baik secara langsung (paper and pencil) maupun online melalui Google Form.

Pengambilan data dilakukan mulai tanggal 30 April 2015 hingga 11 Mei 2015. Kuesioner yang terkumpul berjumlah 218 buah. Akan tetapi, kuesioner yang kami olah berjumlah 200 karena terdapat 18 kuesioner yang tidak mememuhi kriteria, yakni 16 kuesioner yang diisi oleh perempuan dan 2 kuesioner yang tidak diisi secara lengkap oleh responden.

556bafff0cf74

Homophobic level of attitude

Repulsion

Homoseksualitas dipandang sebagai tindakan kriminal dan melawan aturan alam. Para homoseksual dianggap perlu dihukum di penjara, menjalani perawatan medis, atau diberi terapi tertentu.

Pity

Homoseksual dianggap tidak dewasa dan tidak diinginkan.

Tolerance

Homoseksualitas dipandang sebagai fase yang dilewati semua remaja dan hilang pada mayoritas orang seiring berjalannya waktu.

Acceptance

Homoseksualitas dianggap sebagai sesuatu yang dapat diterima namun dianggap tidak perlu untuk diumbar.

Positive level of attitude

Support

Pada level ini orang-orang menyadari ketidaknyamanan yang ditimbulkan dari adanya homophobia.

Admiration

Pada level ini orang-orang menyadari perlunya keberanian untuk menjadi homoseksual di masyarakat saat ini. Sehingga, orang-orang lebih mempertimbangkan sikapnya terkait homophobia.

Appreciation

Keberagaman umat manusia dianggap sebagai hal yang bernilai dan homoseksual dianggap sebagai bagian dari keberagaman tersebut.

Nurturance

Pada level ini, orang-orang memberikan kasih sayang terhadap homoseksual dan bersedia mendukung serta mengadvokasikan kesetaraan untuk mereka.

blank

blank (2)

Dari data diatas, dapat dilihat bahwa 114 orang (57%) dapat menerima homoseksualitas namun dianggap tidak perlu untuk diumbar. Dapat dilihat bahwa dari 200 respondedn, 76,5% nya masih berada pada level sikap negatif – homophobia dan hanya 23.5% (47 responden) yang berada pada positive level of attitude (non homophobic)

Analisis Riddle menunjukkan bahwa meskipun ‘toleransi’ dan ‘penerimaan’ dapat dilihat sebagai sikap positif, sikap tersebut nyatanya harus benar-benar dianggap sebagai negatif karena dapat menutupi rasa takut atau kebencian yang mendasar (seseorang dapat mentolerir bayi yang menangis di pesawat terbang sementara pada saat yang sama berharap bahwa itu akan berhenti) atau menunjukkan bahwa individu memiliki kemampuan untuk menolak atau menerima sesuatu yang terberi.

Referensi:

American Psychological Association. (2011, February 18). Definition of Terms: Sex, Gender, Gender Identity, Sexual Orientation. Retrieved Mei 15, 2015, from American Psychological Association.

Association for Psychological Science. (2010). Current Directions in Human Sexuality and Intimate Relationships. In G. M. Herek, The Psychology of Sexual Perjudice (p. 114). Boston: Pearson Education, Inc.

Association for Psychological Science. (2010). Who’s Gay? Does It Matter? In R.C. Savin-Williams, Current Directions in Human Sexuality and Intimate

Relationships (p. 119). Boston: Pearson Education, Inc.Baron, R. A., & Branscombe, N. R. (2012). Social Psychology Thirteenth Edition.New Jersey: Pearson Education, Inc.

Boxill , I., Martin, J., Russell, R., Waller, L., Meikle, T., & Mitchell, R. (2011).National Survey of Attitudes and Perceptions of Jamaicans Towards Same Sex Relationships. UWI, MONA: Department of Sociology, Psychology,and Social Work.

Division 44/Committee on Lesbian, Gay, and Bisexual Concerns Joint Task Force on Lesbian, Gay, and Bisexual Clients. Guidelines for Psychotherapy with Lesbian, Gay, and Bisexual Clients. Washington DC: American Psychological Association.

Feldman, R. S. (2011). Understanding Psychology Tenth Edition. New York: McGraw Hill.

Gardner, J. N., Jewler, A. J., & Barefoot, B. O. (2011). Your College Experience: Strategies for Success. Boston, MA: Bedford/St. Martin’s.

Gravetter, F., Forzano, L. (2012). Research Methods of the Behavioral Sciences, 4th edition, International Edition. Wadsworth: Cengage Learning.

Hogg, M. A., & Vaughan, G. M. (2011). Social Psychology 6th Edition. Harlow: Pearson Education, Inc.

KBBI. (2012). Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Online – arti kata mahasiswa. Diakses pada 30 April, 2015, dari KBBI Online: http://kbbi.web.id/mahasiswa

King, L. A. (2011). The Science of Psychology: An Appreciative View. New York: McGraw-Hill.

King, L. A. (2014). The Science of Psychology 3rd Edition. New York: McGraw-Hill Education.

Kumar, Ranjit. Research Methodology (3rd ed.). Los Angeles: SAGE, 2011. Print.

Lynch-Roche, J. (2012). Domestic Violence in Heterosexual and Homosexual Relationships: Perceptions and Attitudes in a Comparative Study between Police and Non-Police Students. Northampton.

Morris, B. J. (n.d.). History of Lesbian, Gay, & Bisexual Social Movements.Retrieved May 15, 2015, from American Psychological Association:http://www.apa.org/pi/lgbt/resources/history.aspx

Nebraska–Lincoln, U. o. (n.d.). LGBTQA Rescource Center. Retrieved April 27,2015, from Student Involvement University of Nebraska-Lincoln:http://involved.unl.edu/lgbtqa/safe_spaces/docs/riddleAssessmentScale.pf

New York City (NYC) Stonewall Inn Riot – 1969. (n.d.). Retrieved May 16, 2015,from NYCdata: https://www.baruch.cuny.edu/nycdata/disasters/riots-stonewall.html

Peraturan Pemerintah No. 30 Tahun 1990 tentang Pendidikan Tinggi. Jakarta: Depdiknas.

Rasmussen, M. L. (2013). Taking Homophobia’s Measure. Confero: Essays on Education, Philosophy and Politics, 1(2).

Sarwono, S. W., & Meinarno, E. A. (2009). Psikologi Sosial. Jakarta: Salemba Humanika.

Wall, v. (1995). Beyond Tolerance: Gays, lesbians and bisexual on campus. A handbook of structured experiences and exercises for training development. American College Personnel Association.

Workers, T. N. (2003). Lesbian, Gay, and Bisexual Issues: Background to a Policy Statement. Diakses pada 2 Mei, 2015 dari Social Workers: http://SocialWorkers.org

*Penelitian ini dilakukan oleh Donafeby Widyani, Hana Berliani Adiningsih, Mary Theresia Palembangan, Sartika Ria Febrina, Titiana Rahma Ramadan, dan diolah kembali oleh Ferena Debineva.

Advertisements

One thought on “Research : Gambaran Sikap Homophobia pada Mahasiswa Laki-laki S-1 Universitas Indonesia terhadap Laki-laki Homoseksual

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s