Arisan 10! Poliamori

*Eraria Rahmatillah

quote-Richard-Bach-if-you-love-someone-set-them-free-91463

Punya dua pacar yang sama-sama tahu dan setuju

Tapi di mata orang dikata selingkuh

Tahu kalau itu ada istilahnya?

Kata ‘poliamori’ berasal dari kombinasi bahasa Yunani ‘poly’ (banyak) dan Latin ‘amor’ (cinta). Sebagaimana penggabungan dua akar kata yang berbeda menjadi satu adalah hal yang tidak lumrah, begitu pula dengan mencintai lebih dari satu orang.

Polyamory didefinisikan sebagai the fact of having simultaneous close emotional relationships with two or more other individuals, viewed as an alternative to monogamy, esp. in regard to matters of sexual fidelity; the custom or practice of engaging in multiple sexual relationships with the knowledge and consent of all partners concerned. (Franklin Veaux dalam morethantwo.com)

Sebuah hubungan poliamori adalah hubungan romantik yang melibatkan lebih dari dua orang. Beberapa orang mungkin akan memandang poliamori sebagai bentuk lain dari perselingkuhan. Pada prinsipnya, hubungan poliamori menekankan bahwa setiap orang yang terlibat dalam hubungan tersebut tahu dan setuju dengan keterlibatan orang lain yang ada. Tanpa persetujuan dari semua partisipan, hubungan itu tidak bisa dikatakan poliamori. Persetujuan inilah yang membedakan poliamori dari perselingkuhan.

Orang-orang yang mengidentifikasi dirinya sebagai poliamoris biasanya menolak pandangan bahwa eksklusivitas seksual diperlukan untuk hubungan cinta yang mendalam, menolak keharusan berkomitmen tunggal (karena mungkin pada dasarnya cinta tidak mengikat, tapi membebaskan, dan/atau menolak keharusan hubungan jangka panjang yang penuh kasih. Seks tidak selalu menjadi fokus utama dalam poliamori, poliamori umumnya terdiri dari orang-orang yang “berusaha” membangun hubungan jangka panjang dengan lebih dari satu orang atas dasar persetujuan bersama, dengan seks hanya sebagai satu aspek di dalam hubungan mereka, ataupun tanpa aspek seks sama sekali. Poliamori mungkin memerlukan pendekatan yang lebih cair dan fleksibel untuk mencintai dan berhubungan, namun beroperasi pada sistem yang kompleks mengenai batasan atau aturan. Selain itu, peserta dalam hubungan poliamori biasanya tidak memiliki dan/atau tidak mengharapkan pasangan mereka untuk memiliki, berbeda dengan pernikahan (monogami ataupun non-monogami) di mana saling memiliki sehidup-semati menjadi prioritas utama.

Mengutip dari situs morethantwo.com, hubungan poliamori memiliki beberapa beberapa poin yang membedakannya dengan hubungan terbuka: 1) kesetiaan & loyalitas, 2) komunikasi dan negosiasi, 3) kepercayaan, kejujuran, saling menghormati, 4) persetujuan mengenai batasan, 5) kesetaraan gender, dan 6) tidak posesif. Intinya memang tidak jauh berbeda dengan monogami, hanya saja poliamori melibatkan lebih dari dua orang.

  1. Kesetiaan dan loyalitas: Poliamoris banyak mendefinisikan kesetiaan bukan sebagai eksklusivitas seksual, tetapi kesetiaan kepada janji-janji dan kesepakatan yang dibuat tentang hubungan. Hubungan rahasia yang melanggar perjanjian mereka, pada posisi subyek yang melanggar akan dilihat sebagai pelanggaran kesetiaan dan pada posisi obyek yang dilanggar akan disikapi sebagai bentuk loyalitas dan pendewasaan. Poliamoris umumnya mendasarkan definisi dari komitmen pada pertimbangan selain eksklusivitas seksual, misalnya “kepercayaan dan kejujuran” atau “tumbuh tua bersama-sama”(http://aphroweb.net/papers/thesis/index.htm).
  2. Komunikasi dan negosiasi: Karena tidak ada “model standar” untuk poliamori, dan ketergantungan pada harapan umum mungkin tidak realistis, poliamoris secara eksplisit sering menganjurkan bernegosiasi dengan semua yang terlibat untuk menetapkan hal hubungan mereka, dan sering menekankan bahwa harus ada proses komunikasi yang jujur ​​dan hormat. Poliamoris biasanya akan mengambil pendekatan pragmatis untuk hubungan mereka, banyak menerima bahwa kadang-kadang mereka dan pasangan mereka akan membuat kesalahan dan gagal untuk hidup sesuai dengan cita-cita, maka komunikasi penting untuk memperbaiki setiap pelanggaran.
  3. Kepercayaan, kejujuran, martabat, dan kehormatan: Poliamoris kebanyakan menekankan rasa hormat, kepercayaan, dan kejujuran untuk semua mitra. Idealnya, mitra-mitra yang diterima sebagai bagian dari kehidupan orang yang bersangkutan bukan hanya ditoleransi, dan biasanya hubungan yang membutuhkan penipuan atau pengekangan dipandang tidak sesuai dengan model yang ideal.
  4. Batas-batas dan kesepakatan: Banyak relasi (poly-relationship) sering melibatkan negosiasi perjanjian, dan membangun batas-batas tertentu, atau “peraturan dasar”. Perjanjian tersebut sangat bervariasi dan dapat berubah dari waktu ke waktu, dapat mencakup antara lain: konsultasi tentang relasi baru; pengagendaan jadwal yang solutif untuk semua mitra; penganggaran jumlah uang pasangan yang dipergunakan pada mitra tambahan; dan lain-lain.
  5. Kesetaraan gender: Poliamoris banyak yang tidak percaya pada perbedaan “aturan” atau “pemegang kuasa” suatu hubungan berdasarkan jenis kelamin, inilah titik kontras dengan beberapa bentuk tradisi agama yang sering berbasis patriarkal.
  6. Non-posesif: Poliamoris menolak pembatasan yang berlebihan pada suatu hubungan, karena pembatasan tersebut dapat digunakan untuk menggantikan kepercayaan dengan kerangka kepemilikan dan kontrol. Poliamoris biasanya termotivasi oleh “kebahagiaan adalah ketika membahagiakan orang lain”. Kecemburuan dan posesif dipandang bukan sebagai sesuatu keniscayaan di dalam suatu hubungan, tetapi sebagai respon yang harus dieksplorasi, dipahami, dan diselesaikan di dalam setiap individu dengan penuh kedewasaan.

Poliamori kemudian dapat berlanjut kepada tahap poligami, di mana seseorang bisa menikahi dua orang atau lebih secara legal. Namun tidak semua poligami berawal dari poliamori. Indonesia sendiri melegalkan poligami dengan sederet syarat dan ketentuan yang berlaku, baik secara adat, hukum, maupun agama.

Lancar atau tidaknya sebuah hubungan poliamori kembali pada setiap pihak yang terlibat. Ketika ketidakjujuran terjadi, akan ada lebih dari satu orang yang merasa dirugikan.

Note: Anda dapat mengecek bibliografi di bawah ini untuk mengetahui tentang poliamori secara ilmiah dan lebih mendalam

http://www.kinseyinstitute.org/library/Pdf/Polyamory%20Bibliography.pdf

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s