NOTULENSI 2 – PERKOSAAN DAN KEKUASAAN

IMG_20151016_141114

*Mariana Amiruddin

KOMNAS PEREMPUAN

Kasus pemerkosaan seringkali menimpa perempuan, dan hal yang sangat disayangkan adalah ketika perempuan sebagai korban pemerkosaan enggan untuk melaporkan kasus pemerkosaan yang menimpa dirinya kepada pihak-pihak terkait. Hal ini dikarenakan pemerkosaan didefinisikan sebagai kejahatan asusila yang memberikan pandangan negatif terhadap korban yang mengalami kasus pemerkosaan tersebut. Selain itu, kasus pemerkosaan dapat diibaratkan sebagai iceberg metaforik seperti yang biasa digunakan dalam kajian psikoanalisa.

Kasus pemerkosaan sendiri biasanya diawali dengan salah paham yang dialami oleh laki-laki (sebagai pelaku) terhadap perempuan (yang biasanya menjadi korban). Terdapat beberapa hipotesis terkait salah sangka laki-laki dalam mempersepsikan tindakan komunikasi perempuan, adapun hipotesis-hipotesis tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Laki-laki cenderung over-perceive ketika perempuan bersikap friendly atau ramah sebagai salah satu sikap yang menggoda.
  2. Laki-laki mengira perempuan bersikap tegas merupakan salah satu tindakan permusuhan.
  3. Laki-laki mengira perempuan diam karena mereka mau atau ingin diperlakukan seperti apa yang mereka terima dari laki-laki tersebut.
  4. Laki-laki mengira apabila perempuan mengatakan tidak terhadap keinginan mereka, hal tersebut merupakan salah satu tindakan permusuhan.

Hipotesis-hipotesis tersebut membuat perempuan berada pada posisi yang sulit, karena apapun yang mereka lakukan akan terkesan berlebihan atau terlalu santai sehingga membahayakan diri mereka di mata seorang laki-laki. Hipotesis-hipotesis ini muncul akibat terjadinya ketimpangan dalam persoalan gender antara laki-laki dan perempuan. Oleh karena itu, pendidikan dan pemahaman mengenai gender merupakan hal yang sangat penting dalam pencegahan kekerasan seksual.

Laki-laki pelaku tindakan pemerkosaan biasanya memiliki profil-profil tertentu, seperti:

  1. Menganggap relasi gender adalah suatu persaingan.
  2. Karakter non-emosional (cenderung dingin),
  3. Hipermaskulin. Hipermaskulinitas biasanya terbentuk akibat rasa takut yang dimiliki oleh seorang laki-laki ketika mereka bersinggungan dengan hal-hal yang seharusnya dilakukan oleh seorang perempuan dalam konstruksi sosial, sehingga seringkali hipermaskulinitas ini bersifat negatif dan mengganggu keharmonisan antar gender.
  4. Anti sosial. Pemerkosa biasanya adalah orang-orang yang memiliki rasa empati yang rendah, dan mereka tidak segan-segan untuk menyakiti orang lain.
  5. Pelaku adalah murni seorang kriminal. Setiap pelaku pemerkosaan memiliki motif dan tendensi kriminal lainnya dalam tindakan pemerkosaan yang mereka lakukan, tidak ada pelaku pemerkosaan yang terspesialisasi hanya dalam tindakan pemerkosaan saja, karena mereka biasanya diiringi oleh tindakan kriminal lainnya seperti kejahatan perang maupun perampokan.

Banyak hal yang membuat orang-orang berpikiran negatif terhadap korban pemerkosaan dan hal tersebut biasanya dipengaruhi oleh mitos-mitos terkait pemerkosaan itu sendiri. Sebagai seseorang yang berpendidikan kita sudah sepatutnya untuk mengetahui fakta-fakta yang sebenarnya terjadi dalam kasus pemerkosaan:

  1. Hampir seluruh kasus pemerkosaan, korban tidak dalam keadaan berpenampilan seksi. Mitos yang sering beredar di masyarakat adalah korban pemerkosaan biasanya merupakan perempuan-perempuan yang memakai pakaian terlalu minim dan dinilai seksi ataupun menggoda laki-laki, namun pada kenyataannya tidak seperti itu.
  2. Pemerkosaan tidak terjadi secara serta merta, spontan ataupun tidak direncanakan oleh pelaku. Biasanya pelaku akan merencanakan tindakan pemerkosaan yang akan ia lakukan dengan menilai situasi (apakah mendukung untuk menyerang korban atau tidak) dan melihat apakah calon korban lengah.
  3. Pemerkosaan juga banyak terjadi pada perempuan dalam berbagai penampilan termasuk lansia, anak-anak, bahkan bayi.
  4. Pemerkosaan terjadi pada situasi perang oleh pihak lawan.

*Notulensi Oleh Dimas Mahendra, SGRC UI

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s