NOTULENSI 3 – VIKTIMISASI DAN PENANGANAN*

IMG_20151016_153237

*Nathanael J. Sumampouw, M.Psi, M.Sc., Psikolog

DOSEN dan PSIKOLOG YAYASAN PULIH

Pelecehan seksual yang terjadi di dalam lingkungan kampus biasanya merupakan penyalahgunaan kekuasaan ataupun relasi antara pihak yang lebih dominan terhadap pihak yang lebih lemah. Dalam ranah penyalahgunaan kekuasaan, pelecehan seksual biasanya terjadi antara pihak yang memiliki kekuasaan yang besar dengan pihak yang memiliki kekuasan yang lebih kecil. Pelaku akan memanfaatkan posisi dirinya yang lebih dominan ataupun memiliki kekuasan yang besar untuk mengontrol pihak yang lebih lemah.

Pelecehan seksual sendiri memiliki pengertian sebagai sebuah perilaku atau perhatian yang bermuatan seksual yang tidak diinginkan, tidak dikehendaki, dan dirasakan mengganggu kehidupan seseorang yang mengalami perilaku tersebut. Biasanya tindakan pelecehan seksual berkutat pada ranah verbal dan non-verbal yang berhubungan dengan sikap terhadap peran jenis kelamin perempuan. Tindakan verbal dan non-verbal yang dianggap sebagai pelecehan seksual adalah tindakan yang sifatnya tidak timbal balik dan cenderung menekan salah satu pihak. Tindakan tersebut biasanya diakibatkan oleh abuse of power and authority, yang membuat pelaku merasa bahwa ia dapat melakukan apapun terhadap korban karena ia memiliki kekuasaan dan otoritas terhadap korban. Terdapat banyak mitos terkait pelecehan seksual, dia ntaranya:

  1. Korban tertentu mengirimkan sinyal untuk dilecehkan karena memiliki penampilan yang seksi dan menggoda.
  2. Pelecehan seksual tidak akan terjadi kalau korban benar-benar menolak, mencegah, dan menghentikan pelaku. Namun faktanya dalam lingkungan kampus di mana otoritas dan kekuasaan memiliki hierarki tertentu, korban seringkali bingung bagaimana untuk menolak dan menghentikan pelaku ketika pelaku melakukan tindakan pelecehan terhadap korban.

Biasanya terdapat beberapa ciri-ciri orang yang rentan terhadap tindakan pelecehan seksual. Adapun ciri-ciri tersebut adalah:

  1. Dipersepsikan pasif dan tidak asertif (tidak mampu menyampaikan pendapatnya dan memperjuangkan haknya dengan baik).
  2. Memiliki tingkat pendidikan yang rendah, sehingga mereka tidak memiliki cukup pengetahuan terkait apa yang tidak boleh dilakukan terhadap mereka.
  3. Naif.
  4. Memiliki self-esteem yang rendah.
  5. Secara fisik di atas atau di bawah rata-rata.
  6. Dipersepsikan memiliki gaya yang bitchy.

Terdapat hubungan atau relasi yang terjadi antara pelaku dengan korban dalam tindakan pelecehan seksual. Relasi tersebut adalah:

  1. Pelaku melakukan tes terhadap target dengan pelanggaran-pelanggaran minor.
  2. Selanjutnya pelaku akan memberikan rasa nyaman kepada korban.
  3. Pelaku akan salah menginterpretasikan perasaan korban.
  4. Konfrontasi terhadap pelaku.
  5. Perlindungan diri pelaku: Menempatkan diri sebagai korban, menempatkan korban sebagai penyebab ia melakukan pelecehan seksual.

Pemulihan korban yang menjadi target pelecehan seksual cenderung sulit, dikarenakan korban bungkam terhadap apa yang menimpa dirinya dan takut untuk menceritakannya kepada pihak-pihak tertentu, dan seringkali terjadi penyangkalan dalam diri korban.

Pelecehan seksual di perguruan tinggi biasanya memiliki karakteristik-karakteristik sebagai berikut:

  1. Siapapun dapat menjadi pelaku pelecehan seksual, meskipun pada umumnya pelaku memiliki superioritas terhadap korban, sehingga pelaku dapat mengontrol korban.
  2. Pola perilaku pelecehan seksual dosen-mahasiswa pada umumnya menampilkan pola mother/father figure atau intellectual seducer.
  3. Secondary injuries tidak dapat dihindarkan karena kebutuhan untuk melindungi reputasi institusi tempat terjadinya pelecehan seksual.

*Notulensi Oleh Dimas Mahendra, SGRC UI

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s