Arisan! Pregnancy.

*Mahathir

Manusia adalah mamalia yang berkembang biak dengan jumlah yang fantastis. Populasi manusia mengalami peningkatan secara global setiap tahunnya, hingga mencapai 7.3 milyar. Angka yang cukup spektakuler tersebut tentu membutuhkan proses dan waktu yang panjang selama perjalanannya. Hal ini melibatkan fungsi reproduksi manusia dalam meneruskan keturunan melalui kehamilan. Kehamilan merupakan suatu proses penting dan kompleks dalam upaya menjaga keturunan di dalam tubuh perempuan. Berikut penjelasan terkait kehamilan lebih lanjut:

You Are Truly A Champion!”
Tubuh manusia secara biologis terprogram untuk memungkinkan terjadinya kehamilan. Wanita secara naluriah memiliki puncak rangsangan seksual selama terjadinya ovulasi. Ovulasi menyingkirkan hambatan seperti sumbatan-sumbatan yang akan menghalangi jalannya sperma  pada serviks (leher rahim) sehingga memudahkan sperma untuk dapat bergerak meneruskan perjalanannya menuju uterus. Usaha serviks untuk membantu terjadinya kehamilan tidak berhenti sampai disitu saja, serviks akan mengubah konsistensi cairan sekitar (mukus) menjadi lebih licin dan tipis membuat sperma semakin leluasa terus bergerak, memberikan dorongan terhadap sperma yang normal, dan menyingkirkan sperma yang tidak sehat.

Cairan serviks juga berupaya untuk menyingkirkan bakteri atau mikroorganisme yang merugikan yang ikut bersama cairan semen. Pada akhirnya melalui orgasme wanita memberikan dorongan spesifik sehingga sperma terdorong untuk masuk tuba fallopi untuk melanjutkan upaya pembuahan (pembuahan masih dapat terjadi tanpa orgasme pada wanita).

Ejakulasi semen yang dikeluarkan pria selama koitus (hubungan seksual) bertambah mengental sesaat setalah ejakulasi guna mempertahankan diri dilingkungan vagina, namun dua puluh menit setelah mengenali lingkungan vagina sperma mulai mengencer untuk memudahkan perjalanan ke lokasi pembuahan. Berbagai macam bantuan secara otomatis dibantu oleh tubuh, proses kehamilan memang terkesan mudah dan gampang, namun kehamilan terjadi sebenarnya setelah melalui proses yang kompleks dan selama proses bisa saja terjadi hambatan dan tidak sesuai sehingga memungkinkan berbagai masalah pembuahan terjadi. Sperma dapat dikira oleh sistem imunitas (kekebalan tubuh) wanita sebagai zat asing sehingga menyerang dan membunuh sel sel sperma. Meski demikian pembuahan mungkin saja dapat terjadi dengan angka signifikan terjadinya abortus spontan (keguguran spontan).

Ovum dapat bertahan hingga 24 jam, sperma pada umumnya dapat bertahan hingga 72 jam didalam organ reproduksi wanita. Namun dalam jumlah kecil sperma ada yang mampu bertahan hingga 7 hari sehingga memungkinkan terjadinya kehamilan setelah ataupun sebelum ovulasi terjadi. Selama perjalanannya ke lokasi pembuahan tuba fallopi sperma bergerak aktif secara sembrono, asal-asalan, bertubrukan antar sesama dan semakin menggeliat jika sudah mendapati berada disekitar ovum. Perjalanan agresif dan kompetitif sperma tersebut akan menyisakan beberapa jumlah sperma disekitar ovum namun hanya satu sperma yang mampu membuahi. Sperma pemenang yang sampai duluan akan mengeluarkan sekresi yang dapat mengebor lapisan luar ovum membentuk lubang agar sperma dapat masuk untuk melaksanakan tugas fertilisasi dan secara otomatis lapisan luar ovum membangun piranti yang dapat menghalangi sperma lain untuk masuk menembus ovum. Voila ! sperma pemenang membuahi ovum dan proses berlanjut hingga menjadi zigot, dari zigot menjadi blastosis dan kemudian menjadi embrio.

Congratulations! You Are Pregnant!“
Ketika pembuahan terjadi dan zigot terbentuk, wanita akan mengalami beberapa perubahan tanda-tanda fisik, yang paling umum dan dikenal adalah “telat” datang bulan (miss-period). Tanda-tanda lainnya termasuk pengerasan payudara, sering berkemih, dan morning sickness. Morning sickness ditandai dengan munculnya mual, muntah atau dua-duanya sekaligus. Mual dan muntah muncul sebenarnya hampir sepanjang hari saat trimester pertama. Namun, Mual dan muntah ini semakin terasa ketika pagi hari dikarenakan tidak adanya makanan untuk menetralisir efek pengrusakan di dinding lambung oleh hormon estrogen dan progesteron yang meningkat saat hamil. Para peneliti menganggap bahwa morning sickness merupakan suatu upaya dari tubuh untuk melindungi janin dari food borne dan kontaminasi zat kimia makanan, yang mana trimester pertama merupakan masa masa kritis dalam perkembangan janin.

Jika seorang wanita yang memiliki pengalaman seksual tanpa pengaman dan memiliki tanda tanda diatas disarankan untuk melakukan pemeriksaan kehamilan. Melakukan uji kehamilan dapat dilakukan melalui beberapa cara dari yang paling sederhana yaitu dengan test pack yang beredar bebas di pasaran dan melaui tes uji darah di laboratorium. Tes kehamilan mengandalkan penilaian terhadap hormon yang terdapat didalam darah yang dikenal dengan nama Human Chorionic Gonadotropin (hCG).

Hormon ini dibentuk setelah 8-9 hari ovulasi dan meningkat jumlahnya ketika bulan ke-dua dan ke-tiga kehamilan didalam urin maupun darah. hCG akan menurun drastis setelah bulan ke-tiga kehamilan. Test kehamilan di rumah dapat memperoleh hasil kurang akurat jika dilakukan terlalu dini (mendekati hari konsepsi) dan melewati minggu ke 12 dikarenakan bergantung pada keberadaan hCG di dalam urin yang sangat rendah sehingga tidak terdeteksi lagi. Jenis tes lainnya yaitu Radioimmunoassay (RIA) meruapakan tes kehamilan paling akurat dengan melakukan pemeriksaan drah. RIA sangat sensitif untuk menilai adanya hCG didalam darah.

Blue or Pink, They Both are Great !
Berbagai kebudayaan mempunyai banyak kepercayaan atau mitos terkait jenis kelamin bayi dalam kandungan. Di Indonesia jika orang tua suka dandan berarti anaknya akan berjenis kelamin laki-laki, jika ibu terkesan urak-urakan maka diperkirakan anak yang lahir kemungkinan berjenis kelamin perempuan. Banyak lagi mitos yang terdapat di berbagai daerah dengan ciri khas budaya masing-masing. Pemilihan jenis kelamin memiliki berbagai macam alasan di kalangan orang tua. Terkadang hanya berdasarkan karena alasan sederhana seperti anak laki-laki perawatannya tidak akan serumit memiliki anak perempuan ataupun alasan lain seperti penyakit keturunan yang memungkinkan diturunkan melalui jenis kelamin seperti hemofilia yang diturunkan pada anak berjenis kelamin laki-laki.

Dalam sebuah buku modern menyatakan bahwa ternyata penentuan jenis kelamin dapat diupayakan selama proses konsepsi (pembuahan). Jenis kelamin dapat di upayakan oleh orangtua melalui penyesuaian waktu dan PH level pembuahan oleh sperma dengan karakteristik perempuan (x) atau sperma dengan karakteristik laki-laki melalui vaginal douches. Sperma Y lebih bersifat kuat dan tangguh pada lingkungan vaginal yang bersifat basa (Alkali) maka disarankan hubungan seksual dilakukan di hari-hari tepat sebelum waktu ovulasi dan melakukan vaginal douche dengan cairan air dicampur baking soda. Hal ini akan memberikan kesempatan untuk sperma Y lebih memiliki kesempatan untuk berenang dan memenangkan kompetisi pembuahan ovum. Sebaliknya, sperma x lebih bertahan di lingkungan vaginal yang bersifat asam, hubungan seksual 2-3 hari sebelum ovulasi dan vaginal douche dengan campuran air dengan cuka. Sehingga dengan demikian memberi kesempatan sperma x untuk memenangkan kompetisi pembuahan ovum. Cara modern lainya adalah dengan microsorting (pemilihan mikro) sperma pembawa genetik jenis kelamin melalui inseminasi buatan.

Assisted Reproduction, Why not ?!
Berbagai permasalahan reproduksi dapat terjadi pada pasangan yang ingin memiliki keturunan, mulai dari isu infertilitas (ketidak suburan) pada pasangan laki-laki maupun pada pasangan perempuan, ketidakmampuan menerima hasil konsepsi (misscarriage) dan isu pasangan homoseksual. Menanggapi isu-isu tersebut diatas melalui perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini berbagai macam pilihan reproduksi terbantu dapat dipilih oleh pasangan untuk mewujudkan impian untuk memiliki keturunan. Meski prosedur ini cenderung membutuhkan waktu, biaya mahal dan tanpa garansi penuh akan keberhasilan.

Pilihan tersebut adalah dengan penggunaan obat-obatan kesuburan, yakni upaya menstimulasi keseimbangan produksi sel sperma dan sel telur (ovum) dengan menggunakan obat-obatan. Pilihan lain nya adalah dengan operasi organ reproduksi untuk memperbaiki permasalahan anatomis dan fisiolgis dari organ reproduksi tersebut. Inseminasi buatan juga merupakan pilihan yang populer pada saat sekarang ini. Inseminasi buatan merupakan upaya mempertemukan sel sperma dan sel telur tanpa proses hubungan seksual. Sperma dikumpulkan, di pilih dan disaring dari ejakulasi pria melalui masturbasi dengan tujuan untuk mengumulkan sel sperma sehat yang produktif kemudian sel sperma tersebut dapat di masukan ke dalam vagina, uterus ataupun tuba fallopi wanita. In Vitro Fertilizisation (IVF)  merupakan upaya penggunaan teknologi mikroskopis yang meletakkan ova di cawan petri bersamaan dengan sel sperma yang telah disaring hingga terjadi pembuahan. Kemudian hasil pembuahan dipindahkan kedalam organ reproduksi perempuan.

Craving for More Facts ?!
Surrogate merupakan upaya penyelesaian masalah bagi pasangan heteroseksual yang belum mampu untuk mendapatkan kehamilan karena berbagai macam alasan dan pasangan homoseksual. Surrogate merupakan upaya yang dilakukan dengan meminta bantuan orang lain yang lebih mampu dan bisa untuk membawa hasil konsepsi (gestasional carrier). Beberapa negara mengenal dan melegalkan prakrik surrogate ini seperti India, Rusia dan Amerika Serikat. Surrogate juga merupakan prosedur mahal karena akan berkaitan dengan isu-isu finansial.

Male Pregnancy memang belum pernah tercatat hingga saat sekarang ini, namun pada tahun 2008 pernah tercatat trans-man yang mengalami kehamilan. Kehamilan pada pria bisa saja mungkin untuk diteliti dengan pengembangan tekhnik terbaru yang lebih maju. Kemungkinan tersebut dapat berupa penanaman (implantasi) embrio ke dalam rongga perut (abdomen) dengan menyambungkan plasenta pada organ dalam. Hal ini tentu akan membutuhkan pemantauan terapi hormon ketat, membahayakan, serta memiliki efek terhadap pria seperti pembesaran payudara dan pengecilan organ kelamin pria yang akan sulit diterima oleh pria terkait ide-ide seperti ini.

Sumber rujukan :
Carrol, Janell (2010) Sexuality Now Embracing Diversity. California. Wadsworth. 
Leifer, (2012). Maternity Nursing An Introductory Text. Missouri. Elsevier. 
United Nations, (2015). World Population Prospects .New York: Department of Economic and Social Affairs.

Advertisements

One thought on “Arisan! Pregnancy.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s