Frequently Asked Question Kasus Revenge Porn

Sehubungan pengumuman lewat Twitter, Instagram dan Email ada ratusan pertanyaan yang masuk. Untuk mempermudah komunikasi, apabila kamu ingin melapor dan konsultasi terkait kekerasan seksual siber kamu bisa isi form ini formulir pengaduan kekerasan seksual siber. Dan ada beberapa pertanyaan yang berulang, maka untuk konsultasi kekerasan seksual berbasis siber revenge porn kami merangkumnya dalam FAQ berikut ini:

Q: Pacarku/ mantan pacarku atau seseorang tidak dikenal memiliki foto atau video telanjangku walaupun dia berkata sudah dihapus, tapi aku masih khawatir apa yang harus aku lakukan?

A: Pertama, cari teman yang bisa dipercaya untuk mendengarkan ceritamu dan yakinkan pada dia bahwa kamu tidak mengingkan hal ini. Kamu butuh bantuan dari teman terdekat agar dia bisa bersaksi jika sewaktu-waktu konten tersebut benar-benar tersebar di internet bahwa kamu tidak menginginkan hal ini dan kamu adalah korban.

Q: Pacarku/mantan pacarku/orang tidak dikenal mengancam akan menyebarkan foto/video telanjangku dan memberitahukan ke pihak sekolah dan orangtua. Apa yang harus aku lakukan?

A: Kamu harus mencari teman atau lembaga pendamping yang bisa berbicara kepada keluarga/sekolahmu bahwa kamu adalah korban ancaman penyebaran video porno dan kamu tidak menginginkan hal ini. Mau tidak mau kamu harus komunikasikan kepada keluarga/sekolah bahwa kamu adalah korban kekerasan seksual digital dan apabila konten itu tersebar mereka bisa mendukung dan bersaksi bahwa kamu adalah korban.

Q: Apa yang harus dilakukan apabila foto/video telanjangku terlanjur disebar?

A: Pastikan lingkungan terdekatmu memahami kamu adalah korban dan kalau bisa cari tahu terduga pelaku penyebaran dari mana awal pertama video itu diunggah. Bicarakan kepada pelaku yang menggunggah bahwa dia juga berpotensi untuk dipidana melalui UU ITE dengan menyebarkan konten ilegal tersebut. Kamu bisa melakukan laporan ke lembaga perlindungan perempuan seperti Komnas Perempuan dan mendapat perlindungan sebagai korban dan pemulihan.

Q: Temanku mengalami dikirim dan disebarkan foto telanjangnya, sebagai teman apa yang harus aku lakukan?

A: Dengarkan dan berpihak. Jangan menyalahkan temanmu yang membuat konten tersebut, hal seperti ini bisa terjadi pada siapa saja dan jangan sekalipun menyalahkan korban. Percaya padanya dan teman dia untuk mengkomunikasikan masalahnya pada lingkungan terdekatnya. Kamu juga bisa menginfokan kelompok pendukung untuk kasus ini seperti SGRC dan afiliasinya untuk membantu temanmu pulih dari kejadian ini.

Q: Sebuah akun di twitter/facebook/instagram menyebarkan fotoku yang telanjang dan diperjual belikan, apa yang harus dilakukan?

A: Kamu bisa laporkan ke twitter/facebook/instagram soal illegal content dan jika bisa bicara dengan admin bahwa dia berpotensi pidana dengan mengunggah pornografi.

Q: Aku merasa cemas dan paranoid akan foto-fotoku yang terlanjur di sebar, aku bingung harus apa

A: kamu butuh lembaga pendampingan psikologis apabila mengalami trauma dan cemas berlebihan. SGRC membuat kelompok pendukung (Support Group) untuk kasus-kasus kekerasan seksual siber khususnya untuk kamu yang domisili Jabodetabek. Kalian bisa bertemu untuk pemulihan secara langsung.

Q: Apa itu lembaga pendamping dan mengapa butuh teman dan lembaga pendamping?

A: Karena kamu butuh bantuan dan tidak bisa sendirian. Lembaga pendamping adalah women crisis center di kotamu atau peer support group (kelompok pendukung sebaya) untuk bersaksi bahwa kamu adalah korban. Lembaga pendamping juga bisa membantu kamu komunikasi dengan keluarga kamu soal kejadian kekerasan seksual ini juga memberikan pemulihan psikologis kamu.

Q: Di mana bisa mendapatkan lembaga pendamping?

A: Tergantung domisili kotamu, biasanya di setiap kota punya Woman Crisis Center atau komunitas feminis yang ada di kotamu.

Q: Bagaimana jika saya ingin meneruskan kasus ini ke jalur hukum?

A: Pastikan kamu punya pendamping hukum seperti pengacara yang paham kasus kekerasan terhadap perempuan. Karena untuk kasus revenge porn, korban berpotensi untuk juga menjadi pelaku dengan alasan “membuat konten” tanpa dilihat relasi kuasa yang memaksa korban membuat konten tersebut. Ada UU ITE dan Pornografi yang bisa menjerat korban menjadi tersangka. Untuk itu dibutuhkan lembaga pendamping dan saksi ahli yang membantu kamu dalam pelaporan untuk bersaksi bahwa kamu adalah korban dalam kasus ini.

 

Dalam kasus revenge porn, penting untuk korban membuat kelompok pendukung dan berbagi cerita agar korban tidak merasa terkucil sendirian dan mampu untuk sintas. Untuk itu, SGRC mengundang kamu untuk bergabung dalam kelompok pendukung kami. Bagi kamu yang berdomisili di Jabodetabek bisa mengirimkan kronologi ke email kamu ui.sgrc@gmail.com dan kami akan kabari jadwal pertemuan terdekat.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s