HOMOFOBIA PERGURUAN TINGGI DI BAWAH KEPEMIMPINAN MENRISTEK MOHAMAD NASIR

HOMOFOBIA PERGURUAN TINGGI DI BAWAH KEPEMIMPINAN MENRISTEK MOHAMAD NASIR

Kasus terancam dibubarkannya pers mahasiswa SUARA USU oleh pihak universitas menambah deretan perguruan tinggi yang homofobik di Indonesia. Sejumlah perguruan tinggi di Indonesia tercatat melakukan diskriminasi berdasarkan seksualitas dan gender. SGRC (Support Group and Resource Center on Sexuality Studies) mendata daftar perguruan tinggi yang melarang segala macam diskusi, publikasi dan bahkan membuat pernyataan publik menghakimi LGBT sebagai kejahatan. Daftar kampus diskriminatif tersebut dihimpun dalam rentang waktu tiga tahun setengah terhitung sejak 2015 hingga maret 2019. Daftar kampus diskriminatif tersebut adalah sebagai berikut:
– 4 Desember 2015: Rektor Universitas Lampung Hasriadi Mat Akin menyatakan akan memecat mahasiswa atau dosen yang terbukti menyebarkan virus LGBT (http://www.tribunnews.com/video/2015/12/04/rektor-hasriadi-akan-pecat-penyebar-virus-lgbt)
– 22 Januari 2016 Universitas Indonesia melarang penggunaan nama UI untuk komunitas pendukung LGBT di UI (http://www.rappler.com/indonesia/119771-universitas-indonesia-sgrc-ui-lgbt)
–  24 januari 2016: Menristek M. Nasir menyatakan melarang LGBT masuk kampus (http://news.detik.com/berita/3125654/menristek-saya-larang-lgbt-di-semua-kampus-itu-tak-sesuai-nilai-kesusilaan)
–  26 Januari 2016: Forum Rektor Universitas Negeri Yogyakarta tolak keberadaan LGBT di lingkungan kampus (http://koran-sindo.com/page/news/2016-01-26/6/3)
–  27 Februari 2016: Institut Teknologi Bandung membubarkan diskusi tentang LGBT karena dianggap melakukan propaganda (http://www.rappler.com/indonesia/123911-pembubaran-diskusi-lgbt-itb-bandung)
– 9 Maret 2016 BEM Universitas Riau melakukan demonstrasi untuk menolak LGBT yag dianggapnya menyalai aturan Islam (http://www.riaubook.com/berita/7899/terungkap-ternyata-ada-komunitas-lgbt-di-kampus-kampus-di-riau-ini-buktinya.html)
– 21 Maret 2016: Universitas Tadulako membuat dialog nasional dan deklarasi penolakan LGBT di kampus (http://untad.ac.id/tolak-lgbt-di-kampus-elsam-laksanakan-dialog-nasional/)
– 24 Maret 2016: Universitas Garut membuat seminar untuk menolak keras penyebaran LGBT di lingkungan kampus (https://uniga.ac.id/serius-selamatkan-generasi-muda-fmipa-uniga-gelar-seminar-anti-lgbt/)
– 4 April 2017 Universitas Andalas meminta mahasiswa baru untuk mendatangani lembar pernyataan bukan LGBT (http://www.thejakartapost.com/news/2017/04/30/rejection-of-lgbt-students-by-andalas-university-sparks-controversy.html)
– 23 Januari 2018 Rektor UGM, Panut Mulyono menyatakan LGT dilarang melakukan kegiatan di kampus https://news.detik.com/berita-jawa-tengah/d-3828791/ugm-tak-ada-aturan-tolak-lgbt-tapi-dilarang-bekegiatan-di-kampus
– 2 Februari 2018 Universitas Muhamadiah Jakarta melakukan pengajian khusus untuk menolak undang-undang legalisasi LGBT dan dihadiri oleh ketua MPR, Zulfikli Hasan untuk melakukan pernyataan menolak HAM dan LGBT http://www.umm.ac.id/id/muhammadiyah/13186.html
– Juni 2017 Universitas Sriwijaya memasukan larangan mahasiswa untuk menjadi organisasi LGBT dalam buku panduan akademik 2017/208 https://www.unsri.ac.id/download/Pedoman%20Akademik%20dan%20Kemahasiswaan%202017.pdf (halaman 28 bab. C)
– 11 Oktober 2018 Kemenristekdikti M. Nasir menyatakan lagi larangan LGBT untuk beraktivitas apapun di Kampus http://jabar.tribunnews.com/2018/10/12/menristekdikti-larang-adanya-aktivitas-kelompok-lgbt-di-lingkungan-kampus
– 28 November 2018 BEM Universitas Riau menyerukan demonstrasi besar-besaran mahasiswa untuk menolak LGBT https://bem.unri.or.id/aksi/seruan-aksi-mimbar-bebas-menolak-lgbt/
– 22 Maret 2019 Universitas Sumatera Utara melarang publikasi cerpen yang bercerita tentang diskriminasi LGBT https://nasional.tempo.co/read/1187893/unggah-cerpen-bertema-lgbt-media-suara-usu-terancam-dibubarkan

Daftar ini bisa dibaca bahwa terjadi tren homofobia meningkat semenjak kepemimpinan kemenristek dikti M. Natsir yang terang-terangan menyampaikan pernyataan melarang LGBT di kampus. Hal ini dilakukan dua kali yakni pada tahun 2016 dan 2018. Seluruh kampus khususnya kampus negeri menerima pernyataan ini sebagai aturan resmi dan tertuang dalam berbagai seminar dan kebijakan untuk menolak LGBT secara masif.
Argumen moral digunakan dalam homofpbia perguruan tinggi Indonesia. Universitas kehilangan tradisi kelimuan untuk berdiskusi dan berdialog secara kritis dan menerapkan aturan homophobik secara birokratik dan struktural begitu saja. Homofobia perguruan tinggi ini menyebabkan gelombang kebencian dan persekusi terhadap kelompok LGBT di Indonesia dan para akademisi turut bertanggungjawab atas hal tersebut. Akademisi seharusnya berpihak pada kelompok marjinal seperti LGBT bukan semakin mendiskriminasi mereka.
Diskriminasi ini menghambat ambisi perguruan tinggi negeri di Indonesia untuk menjadi internasional karena kampus membatasi jenis-jenis kajian dan kelompok minoritas untuk mengeyam pendidikan. Ketika semangat intelektual dunia berlomba-lomba menghapuskan kekerasan dan diskriminasi terhadap minoritas, kampus-kampus negeri Indonesia malah berlomba-lomba untuk membuat kebijakan yang eksklusif dan diskriminatif. Bayangkan jika kampus internasional yang melakukan kerjasama mengetahui kondisi diskriminatif akademisi dalam negeri, mereka pasti enggan melakukan kerjasama dengan kampus yang tidak menyediakan ruang untuk berpikir kritis dan tidak mendukung prinsip intelektual untuk berpikir ilmiah.
Untuk ini kami meminta pertanggungjawaban menteri riset dan perguruan tinggi karena telah memulai dan membiarkan kampus-kampus negeri di Indonesia melakukan diskriminasi terhadap LGBT. Sebagaimana tertuang dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 bahwa “pendidikan adalah hak segala bangsa….” Menristek Nasir harus membuka akses sebesar-besarnya kepada seluruh rakyat Indonesia tanpa kecuali dan menghentikan diskriminasi di perguran tinggi negeri. Diam bukan solusi dan hanya membiarkan homofobia semakin meluas dan menggerus mutu pendidikan dan penelitian negeri kita.
Narahubung:
Nadya Karima Melati
Peneliti SGRC untuk Indonesia
(ui.sgrc@gmail.com)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s