Feminis Festival: Dari Sekutu sampai yang “Khusus” dalam Institusi Pendidikan

Feminist Festival (Femfest) 2019 merupakan acara dari Femfest pertama yang saya datangi. Awalnya saya ingin datang sebagai peserta, namun tiba-tiba saya diajak untuk menjadi moderator di salah satu kelas yang ada di Femfest 2019, yaitu kelas Identitas Gender. Femfest membuka banyak sekali kelas yang menarik, yang tentunya berkaitan dengan feminisme. Kelas-kelas milik Femfest sangat beragam sehingga saya bingung mana yang harus saya datangi. Kelas favorit saya adalah kelas sekutu feminis yang diadakan di hari pertama. Bukan hanya karena Tara Basro sebagai narasumber, namun saya bisa belajar tentang apa itu sekutu feminis dan bagaimana harusnya sekutu feminis itu.

Perempuan sebagai sekutu Feminis, benarkah?

tara basro

Walaupun menjadi kelas favorit, saya memiliki banyak pertanyaan yang kurang terjawab salah satunya adalah peran Tara Basro sebagai pembicara. Tara Basro adalah seorang perempuan yang seharusnya tidak dimasukkan dalam lingkaran sekutu feminis. Sepengetahuan saya, sekutu feminis berarti orang-orang yang berada di luar perempuan. Saya juga mempertanyakan tentang istilah ‘lelaki feminis’ yang menurut saya, tidak valid. Namun hal ini terus menerus dibahas bahkan secara intrinsik dan divalidasikan.

Sekutu sendiri berarti aliansi, bukan sesuatu yang ada di dalamnya. Dari kelas ini, saya kemudian mengerti namun pada saat yang bersamaan memiliki banyak pertanyaan tentang validitas ‘lelaki baru’ atau ‘lelaki feminis’ ini.  Pada dasarnya, laki-laki sudah memiliki segalanya. Mereka dilahirkan dengan privilese, yang dengan adanya privilese tersebut, mereka otomatis berada di atas perempuan yang begitu lahir, tubuhnya sudah dipolitisasi. Itulah mengapa muncul gerakan feminisme ini. Laki-laki cis tidak seharusnya berada di dalam lingkaran feminis tersebut. Mereka sebagai sekutu, seharusnya memberikan dukungan dari luar, mendorong dari bawah, yang berperan sebagai pengawal gerakan feminisme itu sendiri, bukan menaruh dirinya di dalam ruang untuk perempuan yang telah susah payah direnggut kembali oleh para perempuan.

Kembali ke pertanyaan saya di awal; apa peran Tara Basro dalam kelas ini? Apakah Tara menjadi representasi perempuan sukses yang melawan standar kecantikan? Sebagai aktris? Atau sebagai token saja? Tapi apabila ia adalah representasi dari perempuan feminis, mengapa ia diberikan porsi bicara yang sedikit?

Mungkin pertanyaan-pertanyaan saya di sini dapat dijadikan bahan evaluasi bagi tim penyelenggara. Menurut saya, kelas sekutu feminis bisa diputar sudut pandangnya menjadi bagaimana keinginan perempuan feminis terhadap sekutu feminis dan bagaimana dan dengan cara apa para sekutu feminis bisa membantu gerakan feminisme.

Privilege dan Institusi Pendidikan

Saya juga masuk ke dalam kelas feminisme dalam institusi pendidikan yang menurut saya kurang baik eksekusinya, baik dari moderator atau pembicaranya sendiri. Kedua pembicara, selain Ummanabiegh, berasal dari institusi pendidikan yang dapat dibilang privileged. Mengapa tidak mengambil staf pengajar dari institusi pendidikan negeri? Institusi pendidikan negeri memiliki banyak siswa Indonesia di dalamnya. Saat ini yang dibutuhkan adalah penanaman feminisme dalam institusi pendidikan negeri. Institusi demikian masih sangat asing mendengar kata ‘feminisme’. Hal lainnya adalah moderator yang bertanya melompat-lompat sehingga membuat saya sedikit bingung.

Femfest memberi pengalaman baru

Namun, apapun itu berada di dalam kelas sekutu feminis dan feminis dalam institusi pendidikan memancing nalar saya, dan cukup membuat otak berputar, sehingga hal tersebut penting untuk diapresiasi. Saya sangat beruntung dapat menghadiri Femfest tahun ini. Saya dapat bertemu dengan banyak teman-teman baru dari berbagai organisasi. Femfest membuat saya merasa welcomed dan tidak merasa diasingkan, karena saya dapat menjadi diri sendiri dan tidak merasa sendiri. Selain itu, saya mendapat banyak sudut pandang mengenai gerakan feminisme dan gerakan-gerakan lainnya.


Penulis : Tara Imann (PadGHRS)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s