WOMEN’S MARCH JAKARTA

3
Dokumentasi berupa foto dapat dilihat pada akun Instagram SGRC Indonesia, @sgrcui

Women’s March diadakan pada hari Sabtu 4 Maret 2017 yang lalu, yang diawali dengan marching atau gerak jalan yang dimulai pukul 09.00 dari Sarinah Mall, Thamrin hingga ke Taman Aspirasi, Kawasan Monumen Nasional. Peserta didominasi dengan warna merah muda, putih dan ungu serta berbagai poster unik. Ratusan orang dari berbagai kelompok menyuarakan berbagai aspirasi terkait masalah gender yakni hak otonomi atas tubuh, body-positivity, kekerasan seksual, peningkatan keterlibatan perempuan dalam pemerintahan, kesetaraan bagi LGBTIQA+, masalah lingkungan dan peran perempuan di dalamnya, masalah perempuan dan perburuhan, serta perlindungan kelompok difabel, dengan tagar #Perempuan Bersatu. Perempuan bersama-sama turun ke jalan untuk menuntut kehidupan yang aman dan setara. Kesempatan berharga untuk menyuarakan pendapat seperti ini memang tidak boleh dilewatkan begitu saja.

timeline_20170303_113239

Gerak jalan dimulai dengan seruan-seruan tentang anti patriarki dan tuntutan kesetaraan yang diteriakkan secara lantang dan bersemangat.  Panitia juga sibuk mengatur barisan peserta yang berasal dari berbagai golongan, sebuah prinsip interseksionalitas yang berusaha terus dijaga dalam gerakan perempuan. Women’s March ikut pula disemarakkan dengan kehadiran beberapa artis-artis tanah air yang bukan untuk mengisi acara namun turut ambil bagian dalam selebrasi perjuangan perempuan dengan mengangkat poster-poster menggelitik setara dengan peserta lainnya; misalnya Hannah Al-Rashid yang menyindir beberapa orang yang menganggap feminisme tidak sesuai dengan “budaya” bangsa atau Nino Fernandez yang membawa poster dengan pesan “For My Future Wife and Kids” (Untuk Calon Istri dan Anak-anakku), dan Nadine Alexandra yang dengan bangga mengangkat poster lebar berwarna merah muda dengan pesan “Diversity, Equality, Love” (Keberagaman, Kesetaraan, Cinta). Tak ketinggalan ada komedian Arie Kriting dan sutradara Joko Anwar yang sibuk mendokumentasikan jalannya acara.

Sesampainya di Taman Aspirasi, Monas, acara berlanjut dengan orasi-orasi dari berbagai representasi kelompok, yakni Musdah Mulia, Rukka Sombolinggi dari Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), Mariana Amirudin dari Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan, Dian Kartikasari dari Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) serta organisasi lingkungan hidup WALHI. Acara juga kian semarak dengan adanya penampilan musik dari Sister in Danger, Melanie Subono, dan Mutiara Malika, pembacaan puisi oleh Helga Worotitjan, Ayu Meutia, Putri Minangsari dan Tiar S serta penampilan tari Rejang dari Bali. Acara juga kian meriah saat adanya agenda menari bersama dengan lagu penyanyi Beyonce – “Run The World (Girls)”. Para peserta asyik menari dan mengangkat poster-poster mereka yang memiliki kalimat – kalimat yang menggelitik seperti “bosan ditanya kapan kawin”, “two girls kiss, god smiles”, “bukan rokku yang pendek tapi otakmu yang tumpul”, “bisexuals are just confused by your ignorance”, serta berbagai poster lainnya dengan sasaran yang berbeda-beda namun pada intinya menyuarakan hak-hak perempuan.

Segala kemeriahan tersebut tidak membuat acara menjadi tidak terkendali, acungan jempol pantas diberikan kepada panitia acara yang tidak hanya sukses mengorganisir berbagai elemen masyarakat dengan pesan yang berbeda dengan satu tujuan utama, bahkan peserta juga diingatkan agar tidak mengotori area acara dalam bentuk peduli lingkungan. Acara berlangsung dengan damai dan aman, aparat juga berjaga sejak acara mulai hingga acara berakhir sekitar pukul 13.00 WIB.

Acara #WomensMarchJKT berhasil menyakinkan peserta yang ikut hadir pada hari itu, dengan berbagai tuntutan dan kepentingan yang berbeda-beda, kita adalah satu bagian dari kelompok yang memiliki tujuan yang lebih besar, kesetaraan untuk hidup yang lebih baik. Sekarang, saatnya kita melanjutkan dan ambil bagian untuk mewujudkan kesetaraan tersebut.

  • Author : Kharisanty Soufi Aulia
  • Editor : Ris Carolina

Advertisements

MERCHANDISE SGRC

0B2Q7OQ4ahCgHSk9IS1hYUkZSYUk.jpeg

Hi, folks

Kamu bisa jadi bagian dari SGRC untuk terus mengedukasi masyarakat mengenai seksualitas dan gender.

Caranya? 

Kamu bisa berpartisipasi untuk mendukung kegiatan kami dengan cara membeli merchandise SGRC yang keren-keren ini

Selain menjadi keren, dengan membeli merchandise SGRC, kamu juga membantu mendukung seluruh acara dan kegiatan SGRC, supaya SGRC bisa tetap membuat acara yang luar biasa ke depannya!

Berkat kamu!

Follow instagram kami di @SGRCUI, pilih merchandise yang kamu suka, kemudian isi formulir pemesanan di http://bit.ly/MerchSGRC

Yuk, bersana jadi bagian dalam perubahan!

Notulensi HAKTP

Pada tanggal 2 Desember 2015, diadakan pemutaran film “Misteri Anu Jatuh” karya Samaria Simanjuntak dan “Selamat Menempuh Hidup Baru” karya Dinda Kanya Dewi di Auditorium Gedung Komunikasi FISIP UI.

Acara ini adalah rangkaian dari rangkaian 16 hari tanpa kekerasan terhadap wanita, mulai dari 25 November sampai 10 Desember (Hari HAM). Diselenggarakan oleh PUSKA Gender dan Seksualitas FISIP UI yang bekerjasama dengan SGRC UI, UN Women, dan SEPERLIMA.

Continue reading Notulensi HAKTP

Parade Film dan Seminar #HAKTP

untitledd

Dalam rangka Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (16HAKtP), Pusat Kajian Gender dan Seksualitas FISIP UI, SGRC UI, UN WOMEN, dan SEPERLIMA akan mengadakan serangkaian acara “Parade Film dan Seminar Pencegahan Kekerasan Seksual.” 
Rangkaian acara ini akan dilaksanakan pada:
Hari/tanggal : Rabu dan Kamis, 2-3 Desember 2015
Pukul              : 13.00 WIB – 16.00 WIB
Tempat          : Auditorium Komunikasi, Gedung Komunikasi
                           FISIP, Universitas Indonesia, Kampus Depok
Narasumber:
1. Ibu Ita Fatia Nadia (Senior Gender Advisor UN Women)
2. PAMFLET
3. Dr. Phil. Dewi Candraningrum
4. Dra. Ni Made Martini Putri, M.Si (Pusat Kajian Perlindungan Anak UI)
5. Bapak Syaldi Sahude (Aliansi Laki-laki Baru)

 

 

KP Mindsters! Fakultas Psikologi Universitas Indonesia bekerjasama dengan SGRC UI (Support Group Resource Center on Sexuality Study Universitas Indonesia)

avatarGCQC9LLO

KP Mindsters! Fakultas Psikologi Universitas Indonesia bekerjasama dengan SGRC UI (Support Group Resource Center on Sexuality Study Universitas Indonesia)
Proudly present:

DIRUMAH (Diskusi Rutin Mahasiswa)

“Different Perspective in Quantitative and Qualitative Research”

Apa aja sih bedanya penelitian kuantitatif dan kualitatif?

Apa saja contoh penelitian kuantitatif dan kualitatif dengan topik gen Y yang sudah dilakukan Mahasiswa?

Yuk datang dan berdiskusi!
Selasa,24 November 2015
Jam 16.00-18.00
‎@ Fakultas Psikologi Universitas Indonesia

🌟Launching Jurnal Mahasiswa “Sapience”: Generation Y & Urban Psychology

🌟 Sharing 3 peneliti Sapience terbaik

🌟 Sharing oleh Ferena Debineva –
Founder & Chairperson of SGRC UI

CP: Vanda 085697063714

[Liputan] Seminar Terbuka: Menyikapi Fenomena LGBT dalam Masyarakat

 *Ferena Debineva

Pagi itu, lebih dari 170 orang memenuhi Aula Blok 1 gedung UNAS. Mereka hadir dalam sebuah seminar yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional UNAS. Seminar tersebut mengambil tema: “Menyikapi Fenomena LGBT di dalam Masyarakat Internasional dan Nasional.” Seminar yang terdiri dari dua sesi itu, dimulai pada pukul 10.00 dan selesai pada pukul 12.30 WIB.

Continue reading [Liputan] Seminar Terbuka: Menyikapi Fenomena LGBT dalam Masyarakat