Thesis Summary : Tantangan Representasi Self Appointed Kelompok Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender/Transeksual, dan Interseks (LGBTI) sebagai Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (KOMNAS HAM) periode 2012-2017

*Ahmad Khafi Ghon

Penelitian ini membahas tentang upaya representasi self appointed yang dilakukan oleh kelompok lesbian, gay, biseksual, transgender/transeksual, dan interseks (LGBTI) sebagai komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Periode 2012-2017. Dengan metode kualitatif dan jenis penelitian eksplanatif, penelitian ini menggambarkan upaya reprentasi self appointed kelompok LGBTI sebagai komisioner Komnas HAM. Mami Yuli dan Dede Oetomo adalah wakil dari kelompok LGBTI yang maju sebagai calon komisioner Komnas HAM. Melalui analisis menggunakan teori representasi self appointed, the politics of presence, subaltern counterpublics, dan gerakan sosial baru, hasil penelitian memperlihatkan bahwa adanya hambatan eksternal dan internal dari perjuangan representasi self appointed Mami Yuli dan Dede Oetomo. Hambatan eksternal dipahami berasal dari masyarakat dan DPR, sedangkan hambatan internal berasal dari gerakan LGBTI. Penelitian ini berkesimpulan bahwa upaya representasi self appointed kelompok LGBTI belum berhasil sebagai komisioner Komnas HAM. Hal ini dapat dipahami bahwa LGBTI belum mendapatkan pengakuan dari masyarakat dan negara.

Kata kunci: LGBTI, Representasi Self Appointed, Komnas HAM, Heteronormativitas

Continue reading Thesis Summary : Tantangan Representasi Self Appointed Kelompok Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender/Transeksual, dan Interseks (LGBTI) sebagai Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (KOMNAS HAM) periode 2012-2017

Advertisements

Peran SGRC UI (Support Group and Resource Center) for Sexuality Studies Universitas Indonesia dalam menyediakan akses terhadap Pendidikan Seksual untuk Masa diantara Remaja Akhir – Dewasa Muda.

*Nadya Karima Melati dan Ferena Debineva

Penelitian ini menjelaskan bagaimana SGRC UI (Support Group and Resource Center) for Sexuality Studies ada sebagai organisasi mahasiswa yang dibentuk oleh sekumpulan mahasiswa di Universitas Indonesia yang mempunyai kepedulian terhadap minimnya pendidikan seksual dan isu gender terhadap masyarakat muda di Indonesia. Pendidikan yang disediakan oleh organisasi ini dilakukan melalui dua cara; pertama, tatap muka melalui teman sebaya dan diskusi dalam media online, dan kedua dengan cara memberi edukasi yang dilakukan melalui beragam program SGRC UI menggunakan teori peer group dan menyesuaikan karakteristik masa diantara yang berpijak pada teori perbedaan karakteristik generasi Y dan Z. Penelitian ini menggunakan metode observasi sebagai bagian dari penelitian dengan penggunaan metode kualitatif yang membuktikan bahwa hasil kerja dan tindakan yang digunakan SGRC UI untuk memberikan pendidikan gender dan seksualitas yang efektif. Efektifitas kerja dan tindakan ini disebabkan oleh faktor utamanya yang terdiri dari: (1) penggunaan analisis karakteristik objek dan subjek kerja, dan (2) pemahaman lanjutan yang cukup terkait dengan metode penyebaran informasi yang akan digunakan individu pada masa di antara sebagai subjek kerja dan tindakan organisasi.

Continue reading Peran SGRC UI (Support Group and Resource Center) for Sexuality Studies Universitas Indonesia dalam menyediakan akses terhadap Pendidikan Seksual untuk Masa diantara Remaja Akhir – Dewasa Muda.