Arisan! Female Genital Mutilation

*Irsyad R.

image

Beberapa waktu yang lalu, kita terpapar oleh sebuah isu yang umumnya dianggap oleh banyak orang merupakan sesuatu yang melanggar HAK perempuan. Ya! benar sekali, isu tersebut merupakan isu “Sunat klitoris”. Dalam dunia internasional, isu ini disebut sebagai Female Genital Mutilation/Cutting yang disingkat FGM/C (seterusnya akan disebut FGM/C).

Continue reading Arisan! Female Genital Mutilation

Advertisements

Perlindungan Bagi Perempuan, Mungkinkah?

*Tya Napitupulu

Orang Indonesia mengenal setidak-tidaknya dua hari khusus mengenai perempuan.  Yang pertama adalah Hari Kartini (21 April).  Yang kedua adalah Hari Ibu (22 Desember).  Beberapa di antara kita bahkan juga mengenal Hari Perempuan Internasional (8 Maret).  Di beberapa tempat, Hari Ibu Internasional pun dirayakan.  Hari Ibu Internasional memang tidak memiliki tanggal tetap, namun, dapat dipastikan, ia dirayakan pada minggu kedua pada bulan Mei.

Continue reading Perlindungan Bagi Perempuan, Mungkinkah?

Journal Review : Stereotip gender dan kemampuan spatial.

The woman who uses her brain loses her mammary function first and had little hope to be other than a moral and medical freak. (Hall, 1905)

*Ferena Debineva

Selama ini, terdapat stereotipe dalam hal kemampuan spasial antara laki-laki dan perempuan. Penelitian yang berupaya untuk melihat perbedaan fungsi otak laki-laki dan perempuan tersebut telah banyak dilakukan.

Continue reading Journal Review : Stereotip gender dan kemampuan spatial.

SGRC goes to ITB Bandung

Setelah pihak kampus membatalkan diskusi Kampus & LGBT sebelumnya, pihak penyelenggara memutuskan untuk tetap menyelenggarakan diskusi, dengan waktu dan tanggal yang sama, namun terdapat perubahan tempat dan perubahan format acara.

Pihak SGRC menyetujui hal tersebut, karena bagaimanapun, diskusi harus terus berjalan!

 

16.00 WIB

Lokasi diskusi tetap di ITB, berubah dari tempat diskusi yang direncanakan sebelumnya dipindahkan ke Sekretariat Majalah Ganesha dikarenakan masalah perizinan.

16.15 WIB

Pembicara 1 memulai paparannya. Pembicara 1 menjelaskan mengenai kampus dan kekebasan akademik.

16.20 WIB

Pihak kampus beserta satpam mengetuk pintu ruangan dan mengatakan bahwa acara tersebut tidak ada izinnya di kampus dan dilakukan pembubaran, sambil difoto oleh pihak kampus, kemudian satpam menggeledah ruangan.

17.00 WIB

Diskusi dipindahkan ke Markas Tiang Bendera ITB. Pembicara 1 memulai paparan mengei kampus dan kebebasan berdiskusi

18.00 WIB

Presentasi mengenai SGRC dimulai. Rekan SGRC mulai memaparkan kegiatan SGRC.

19.00 WIB

Paparan selesai dan dilanjutkan dengan sesi sharing. Kelompok sharing dibagi menjadi 3.

20.00 WIB

Sesi sharing selesai, dilanjutkan dengan sharing informal dan makan malam

00.20 WIB

SGRC kembali ke Depok

02.30 WIB

SGRC kembali ke Depok

 

Masih Tentang LGBT, ketika Perang Wacana Hilang

*Ridha Intifadha

Ketika saya kuliah dahulu, ilmu pengetahuan mengenai “dialektika” sangat menarik hati saya. Ia semacam metode untuk mencari kebenaran dari suatu hal yang dipertentangkan. Ketika ada suatu tesa (tesis) maka akan ada antitesa-nya. Keduanya saling berbenturan hingga membentuk sintesa. Namun, sintesa ini akan muncul “lawan”nya. Dan begitu seterusnya. Proses ini terus berlangsung sampai akhirnya mencapai kebenaran paripurna (melebihi sempurna).

Continue reading Masih Tentang LGBT, ketika Perang Wacana Hilang