Masih Tentang LGBT, ketika Perang Wacana Hilang

*Ridha Intifadha

Ketika saya kuliah dahulu, ilmu pengetahuan mengenai “dialektika” sangat menarik hati saya. Ia semacam metode untuk mencari kebenaran dari suatu hal yang dipertentangkan. Ketika ada suatu tesa (tesis) maka akan ada antitesa-nya. Keduanya saling berbenturan hingga membentuk sintesa. Namun, sintesa ini akan muncul “lawan”nya. Dan begitu seterusnya. Proses ini terus berlangsung sampai akhirnya mencapai kebenaran paripurna (melebihi sempurna).

Continue reading Masih Tentang LGBT, ketika Perang Wacana Hilang

Advertisements

Kpop : Maskulinitas baru prototipe kesetaraan?

*Fathul Purnomo

Pasca runtuhnya masa berburu dan meramu, modus maskulinitas pun kemudian mulai berubah. Aktivitas laki-laki yang sudah tidak lagi banyak memerlukan bantuan masa otot menjadikan maskulinitas lama mulai bergeser. Maskulinitas lama mulai merekah dan melahirkan bentuk maskulinitas baru yang mulai mengimitasi modus umum feminitas dan juga lebih banyak menggunakan otak. Walaupun mitos mengenai laki-laki ideal dalam bentuk maskulinitas lama masih saja menghantui banyak pria. Mitos ini banyak menjangkiti pria, terlebih di negara berkembang. Dalam dunia industri, kantor perusahaan akan ditempatkan di negara negara maju, sehingga menuntut para pekerja lebih banyak menggunakan fakultas otak—ini pula cikal bakal dari sebagian fragmentasi maskulinitas baru. Sedang para pekerja kelas bawah yang banyak berada di negara berkembang karena perusahaan-perusahaan besar menempatkan pabrik mereka di sana menjadikan mereka lebih banyak bergantung pada otot. Hal ini mungkin menjadi jawaban kenapa Indonesia masih bertengger pada angka KDRT yang tinggi mengingat masyarakat Indonesia lebih banyak menggunakan otot. KDRT ternyata berkorelasi erat dengan penguasaan pengetahuan.

Continue reading Kpop : Maskulinitas baru prototipe kesetaraan?

Belajar Gender dari KPop

*Fathul Purnomo

​Tak sengaja rekan-rekan saya membuka folder berisikan kpop music video dan memutar sebuah video dari BTS—salah satu boyband korea—berjudul “Dope” versi dance practice dalam laptop saya. Dengan semena-mena mereka langsung menggugat dengan mengatakan bahwa tidak ada yang asyik dengan video tersebut, terlebih seluruh anggota grup BTS adalah laki-laki. Mereka merasa bahwa yang harus dinikmati oleh laki-laki adalah selain daripada yang laki-laki, dan sekaligus yang tidak mengimitasi perempuan. Bahkan mereka merasa bahwa menari merupakan bagian dari perempuan, sehingga laki-laki yang menari (laki-laki yang mengimitasi perempuan) adalah suatu hal yang menjijikkan. Mereka semakin menggelinjang tak tahan manakala menonton beberapa video keseharian dari kpops star laki-laki yang senang berpelukan, saling berpegang tangan, tidur-tiduran mesra, dan segala bentuk aktivitas lainnya yang bagi mereka tampak sangat menjijikkan karena hanya dilakukan oleh para perempuan atau para faggot saja, sekaligus tertegun manakala mereka tahu bahwa kesemuanya adalah laki-laki heteroseksual.

Continue reading Belajar Gender dari KPop

Our Friend : Surat Dukungan SEMAR UI kepada SGRC UI

Peristiwa pada hari Kamis (22/01) mengenai himbauan Humas UI kepada SGRC UI untuk tidak menggunakan nama dan logo UI di lambang organisasi, telah menyebar luas di media sosial dan media daring. Himbauan tersebut berangkat dari pembentukan Support Group and Resource Center on Sexuality Studies (SGRC) di Universitas Indonesia.

Continue reading Our Friend : Surat Dukungan SEMAR UI kepada SGRC UI

Our Friend : Pernyataan Sikap Forum LGBTIQ Indoneisa : Hentikan Diskriminasi terhadap LGBTIQ di kampus oleh MENRISTEK

Polemik keberadaan Support Group and Resource Center on Sexuality Studies (SGRC) di Universitas Indonesia banyak sekali menuai komentar terkait komunitas LGBT di Indonesia, khususnya di dalam ruang lingkup pendidikan di perguruan tinggi. Mulai dari masyarakat sipil, akademisi, sampai pejabat negara, berebut membuat opini yang sayangnya negatif.

Continue reading Our Friend : Pernyataan Sikap Forum LGBTIQ Indoneisa : Hentikan Diskriminasi terhadap LGBTIQ di kampus oleh MENRISTEK