Perempuan, Keluarlah dari Salon! Ideal itu Mitos!

*Fathul Purnomo

Jika anda pergi ke tempat perbelanjaan produk kecantikan dan kesehatan, yang akan anda dapati adalah tiga per empat isinya merupakan produk yang ditujukan bagi perempuan. Saya terengah-engah mencari roll on pria beberapa hari lalu. Perempuan ternyata merupakan konsumen terbesar produk perawatan tubuh, bahkan dari nama tempatnya pun sudah tendensius, “kecantikan,” kenapa tidak kegantengan? Setiap hari kita dibombardir dengan iklan perawatan kecantikan di televisi. Setiap varian produk telah memiliki spot tersendiri pada tubuh perempuan. Karena pada lokasi-lokasi tersebut telah didempul dengan mitos-mitos tentang perempuan ideal.

Continue reading Perempuan, Keluarlah dari Salon! Ideal itu Mitos!

Advertisements

Kereta Pink Commuter Line: Sebuah Kandang Patriarki

so_news_krl1

*Fathul Purnomo

Ketika anda naik kereta Commuter Line, akan ada kereta khusus berwarna pink yang kabarnya ramah terhadap perempuan. Namun kenapa harus berwarna pink? Apakah hanya pink? Ada apa dengan warna selain pink? Apakah warna selain pink tidak toleran terhadap perempuan? Apakah seluruh dunia harus bercat pink agar ramah terhadap perempuan? Saya merasakan tremendum saat melihat kereta khusus perempuan itu berkelebat di depan saya,di saat saya sedang melamun di stasiun Universitas Indonesia (UI). Menurut saya, kereta khusus perempuan itu bukanlah solusi bagi keamanan perempuan. Kereta khusus perempuan hanya menjadikan perempuan semakin terisolir. Menurut saya, perempuan telah terjebak, karena perempuan masuk dalam permainan bahwa wanita masih lemah, yang harus diamankan oleh laki-laki dalam kereta pink. Sampai kapan perempuan harus selalu dikandangkan?

Continue reading Kereta Pink Commuter Line: Sebuah Kandang Patriarki

Homoseksualitas: Pemecah Relasi Owner-Property dalam Heteronormativitas

*Fathul Purnomo

242-512

Jurnal Perempuan berdiri sejak tahun 1995, dan terus berjuang sampai detik ini demi kesetaraan. Namun tak dipungkiri, sampai saat ini pula kesetaraan belum tercapai, walaupun sudah banyak kemajuan. Peran bapak sebagai pemimpin rumah tangga telah menjadikannya sebagai aktor utama dalam kehidupan sosial. Sehingga menghasilkan relasi di mana seorang laki-laki yang maskulin akan menganggap perempuan yang feminin harus dijaga dan dirawat bak hewan peliharaan, tak boleh berpolitik, tak boleh bersekolah, tak boleh keluar rumah di atas jam 12 malam.

Continue reading Homoseksualitas: Pemecah Relasi Owner-Property dalam Heteronormativitas

The Futility of Using Religious Interpretation to Defend LGBT

*Fathul Purnomo

4700758-A-magnifying-glass-on-the-word-RELIGION-on-a-dictionary--Stock-Photo

Following the legalization of same-sex marriage in the United States, the world reverberated with “Love Wins” euphoria, as the US Supreme Court’s decision was a victory that legitimized the existence of homosexuality, making the Lesbian, Gay, Bisexual and Transgender (LGBT) less marginalized in society.

Continue reading The Futility of Using Religious Interpretation to Defend LGBT

Agungkan Kembali Seksualitas yang Terjebak dalam Kuasa Uang

images (1)

*Fathul Purnomo

Masih ingat dengan ditangkapnya artis “AA” sebagai mucikari atas kasus prostitusi artis di kalangan elit? Industri seksualitas ternyata menjamur bahkan di kalangan elit artis, namun apakah itu tujuan diadakannya relasi seksual? Akankah relasi tersebut masih dianggap sebagai relasi seksual? Mari kita menbedahnya secara perlahan.

Continue reading Agungkan Kembali Seksualitas yang Terjebak dalam Kuasa Uang