Apa yang Bisa Dilakukan Untuk menolong Temanmu yang Menjadi Korban Revenge Porn

Apabila kamu kenal seseorang yang mengalami kasus revenge porn atau porno balas dendam, hal yang kamu bisa lakukan untuk membantu dia sebagai berikut:

 

 1. Berpihak

Temanmu yang mengalami kekerasan seksual siber akan merasa ketakutan dan cemas, kamu harus yakinkan dia bahwa kamu berada di sisinya dan tidak menyalahkan apa yang telah terjadi kepadanya. Temanmu sebagai korban akan bingung dan merasa bersalah, dalam kasus ini yang bersalah adalah pelaku yang mengancam demi mendapat keuntungan dan penyebar konten porno. Yakinkan temanmu sebagai korban bahwa dia tidak sendirian.

2. Dengarkan

Temanmu sebagai korban harus memahami perasaannya dan apa yang dia alami. Dengan memahami perasaannya, bantu dia untuk memahami apa yang menyebabkan kekhawatiran dia. Apakah dia khawatir orangtua atau lembaga pendidikan tau kasus ini, apakah dia khawatir akan dikeluarkan dari sekolah dan dikucilkan dari pergaulannya dan sebagainya. Temani dia untuk bicara kepada keluarga, teman terdekat dan pihak sekolah/kampus bahwa dia adalah korban dari kekerasan seksual siber.

3. Analisis jenis kekerasan siber yang dialami korban.

SGRC memiliki panduang 10 jenis kekerasan seksual di dunia digital yang bisa membantu konselor dan korban memahami jenis kekerasan seksual yang dialami. Silahkan lihat di sini untuk jenis-jenis kekerasan seksual di dunia digital oleh SGRC.

4. Jangan Menyalahkan Korban

Apapun yang terjadi, jangan menyalahkan korban. Temanmu sangat butuh bantuanmu dan buat dia untuk tidak terus-terusan menyalahkan dirinya sendiri. Jika pelaku terus mengancam agar korban mengirimkan konten porno, yakinkan korban untuk berkata “tidak” dan pelaku mempermainkan rasa takut dan kecemasan korban untuk memeras dan membuat korban terus melakukan apa yang diinginkan pelaku.

5. Mencari dugaan pelaku

Pelaku yang mengancam bisa pacar, mantan pacar atau orang yang tidak dikenal. Untuk mantan pacar dan pacar pendamping bisa membuka dialog dengan pelaku untuk menghentikan perbuatannya. Bahwa apabila pelaku melakukan hal tersebut, dia melakukan tindakan kriminal dan berpotensi dipidana. Apabila pelaku tidak teridentifikasi, hal yang dilakukan adalah bicara pada lingkungan terdekat bahwa temanmu terkena musibah kekerasan seksual di dunia digital.

6. Bicara dengan lingkungan

Korban butuh ditemani untuk bicara ke teman, saudara, keluarga dan lingkungan sekolah/kerja tentang musibah yang menimpanya, minta mereka tidak menyalahkan korban. Pada awal biasanya keluarga seperti ayah atau ibu akan shock dan menyalahkan korban dan korban bisa diungsikan dulu ke rumah aman/teman. Dukungan keluarga sangat penting karena ketakutan korban dan keluarga serta pengucilan dari lingkungan adalah yang diinginkan pelaku.

7. Buat kelompok pendukung

Penting untuk membuat kelompok pendukung agar korban tidak merasa sendirian dan menghilangkan rasa cemas dan paranoia yang biasanya terjadi pada korban revenge porn. Kumpulkan korban yang kamu kenal berdasarkan domisili mereka dan minta berkumpul dan mereka bercerita soal kejadian yang dialami. Bersama-sama bisa saling berbagi dan mendukung, juga diharapkan menyadarkan masyarakat tentang kekerasan seksual siber.

8. Berikan lembaga pendamping psikologis

Apabila korban mengalami trauma berat, berikan korban bantuan psikolog profesional untuk mengatasi kecemasan dan paranoia. Hubungi psikolog profesional di rumah sakit atau lembaga yang tersedia di kotamu.

 

9. Pastikan berhati-hati untuk membawa ini ke jalur hukum

Hukum Indonesia tidak melindungi korban revenge porn karena dianggap berpartisipasi membuat konten tersebut. Undang-undang yang potensial menjadikan korban sebagai pelaku adalah UU ITE dan UU pornografi. Untuk itu, dampingan profesional dan lembaga negara perlindungan perempuan penting untuk menyadari kasus ini dan memberikan keadilan bagi perempuan.

10. Berikan lembaga pendamping hukum

Buat laporan resmi ke lembaga perlindungan perempuan seperti Komnas Perempuan untuk mendapat rujukan hukum. Apabila korban ingin mempidanakan kasus ini, beri lembaga pendamping seperti pengacara khusus kasus kekerasan terhadap perempuan. Jangan biarkan korban dan kamu datang sendirian ke kepolisian untuk buat laporan karena untuk kasus siber dan kekerasan terhadap perempuan dan anak, polisi memiliki unit kerja khusus yaitu PPA untuk kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Kamu juga bisa meminta temanmu untuk mengisi form berikut formulir pengaduan kekerasan seksual siber. Semoga membantu!

Advertisements