Parade Film dan Seminar #HAKTP

untitledd

Dalam rangka Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (16HAKtP), Pusat Kajian Gender dan Seksualitas FISIP UI, SGRC UI, UN WOMEN, dan SEPERLIMA akan mengadakan serangkaian acara “Parade Film dan Seminar Pencegahan Kekerasan Seksual.” 
Rangkaian acara ini akan dilaksanakan pada:
Hari/tanggal : Rabu dan Kamis, 2-3 Desember 2015
Pukul              : 13.00 WIB – 16.00 WIB
Tempat          : Auditorium Komunikasi, Gedung Komunikasi
                           FISIP, Universitas Indonesia, Kampus Depok
Narasumber:
1. Ibu Ita Fatia Nadia (Senior Gender Advisor UN Women)
2. PAMFLET
3. Dr. Phil. Dewi Candraningrum
4. Dra. Ni Made Martini Putri, M.Si (Pusat Kajian Perlindungan Anak UI)
5. Bapak Syaldi Sahude (Aliansi Laki-laki Baru)

 

 

Advertisements

Relijiusitas LGBTIQ, Queer Enough to be Queer

the-clergy-project-atheism-new-gay1

*Nadya Karima Melati

“Apakah karena saya gay maka saya tidak bisa berbuat baik? Apa karena saya ditolak masyarakat maka Tuhan tidak mau menerima saya? Yang saya tau, tanpa kejujuran tak akan kau temukan kebenaran,” kata-kata tersebut keluar dari mulut seorang aktivis gereja, Mamoto Gultom, pada Simposium LGBTIQ di Sekolah Tinggi Teologi Jakarta, Jumat kemarin. Simposium yang berlangsung pada 6,7, dan 8 November 2015 ini menghadirkan 18 sesi yang membahas LGBTIQ dari berbagai sudut pandang, terutama pandangan teologi. Simposium ini dibuka dan ditutup menggunakan bahasa Inggris, namun semua pemateri pada hari pertama ini nampaknya lebih nyaman menggunakan bahasa Indonesia karena hampir seluruh peserta yang hadir adalah orang Indonesia.

Continue reading Relijiusitas LGBTIQ, Queer Enough to be Queer

Peran SGRC UI (Support Group and Resource Center) for Sexuality Studies Universitas Indonesia dalam menyediakan akses terhadap Pendidikan Seksual untuk Masa diantara Remaja Akhir – Dewasa Muda.

*Nadya Karima Melati dan Ferena Debineva

Penelitian ini menjelaskan bagaimana SGRC UI (Support Group and Resource Center) for Sexuality Studies ada sebagai organisasi mahasiswa yang dibentuk oleh sekumpulan mahasiswa di Universitas Indonesia yang mempunyai kepedulian terhadap minimnya pendidikan seksual dan isu gender terhadap masyarakat muda di Indonesia. Pendidikan yang disediakan oleh organisasi ini dilakukan melalui dua cara; pertama, tatap muka melalui teman sebaya dan diskusi dalam media online, dan kedua dengan cara memberi edukasi yang dilakukan melalui beragam program SGRC UI menggunakan teori peer group dan menyesuaikan karakteristik masa diantara yang berpijak pada teori perbedaan karakteristik generasi Y dan Z. Penelitian ini menggunakan metode observasi sebagai bagian dari penelitian dengan penggunaan metode kualitatif yang membuktikan bahwa hasil kerja dan tindakan yang digunakan SGRC UI untuk memberikan pendidikan gender dan seksualitas yang efektif. Efektifitas kerja dan tindakan ini disebabkan oleh faktor utamanya yang terdiri dari: (1) penggunaan analisis karakteristik objek dan subjek kerja, dan (2) pemahaman lanjutan yang cukup terkait dengan metode penyebaran informasi yang akan digunakan individu pada masa di antara sebagai subjek kerja dan tindakan organisasi.

Continue reading Peran SGRC UI (Support Group and Resource Center) for Sexuality Studies Universitas Indonesia dalam menyediakan akses terhadap Pendidikan Seksual untuk Masa diantara Remaja Akhir – Dewasa Muda.

Notulensi Seminar Kartini dan Liberty

Sedikit berbeda dengan seminar yang telah diadakan pada bulan Februari silam, hari itu, Selasa 21 April 2015, seminar kali ini diadakan di Auditorium Gedung M FISIP UI. Pada ruangan itulah, seminar yang bertajuk Kartini & Liberty yang  diselenggarakan oleh UI LDSC (UI Liberalism and Democracy Study Club) dan SGRC UI (Support Group and Resource Center on Sexuality Studies UI) terlaksana. Terima kasih kami haturkan kepada 70 hadirin yang berkenan datang ke acara tersebut.

Continue reading Notulensi Seminar Kartini dan Liberty

Kartini : Cinta yang tak lebur dan hancur

*Andi Achdian

kartini2

TANGGAL 17 September 1904. Seorang ibu muda yang empat hari sebelumnya melahirkan bayi lelaki yang sehat, mengeluh sakit di perutnya. Rasa sakit itu menyerang tidak lama setelah dokter yang memeriksa kesehatan justru mengatakan segala sesuatu berjalan normal dan melanjutkan hari itu dengan minum anggur bersama keluarga sang ibu muda sebelum pergi mengunjungi pasien lainnya. Dengan tergesa, sang suami memerintahkan orang mencari dokter itu. Setengah jam setelah kedatangan dokter, ibu muda itu tidak lagi mampu menahan sakitnya. Ia meninggal dunia dalam usia 25 tahun.

Continue reading Kartini : Cinta yang tak lebur dan hancur