Movie Review : Interpretasi terhadap NAY: Perempuan dan Ruang Moralitas

*Nadya Karima Melati

Ruangan bioskop itu cukup sepi, hanya saya dan beberapa orang yang jumlahnya bisa dihitung jari. Kami adalah kerumunan jika merujuk pada Le Bon dalam bukunya The Crowd: A study of the Popular Mind (1985), kami adalah sekumpulan orang yang tidak sengaja bertemu dalam satu lokasi yang sama, ruang bioskop. Di antara bangku merah yang disusun panjang berderet, dalam suasana gelap gulita, suara musik keluar dari pengeras suara yang ditempel pada dinding-dinding. Ine Febrianti sebagai “Nayla Kiran” muncul dua dimensi di layar datar, berperan menjadi seorang akrtis baru yang baru saja mengambil hasil pemeriksaan laboratorium masuk ke mobil mini cooper berwarna oranye atau kuning, saya nyaris lupa karena setting latar waktu dalam sinema tersebut adalah malam hari.

Continue reading Movie Review : Interpretasi terhadap NAY: Perempuan dan Ruang Moralitas

Advertisements

Book Review – Tombois dan Femmes: Menantang Gender Label di Indonesia

*Nadya Karima Melati

lontar-pub-tomboifemmes.jpg
Bagaimana kelompok Lesbian di Indonesia mendefiniskan dirinya dalam masyarakat?
Indonesia yang amat luas dan berpenduduk 249,9juta (Info Bank Dunia 2015) dan terdiri dari ribuan pulau. Dan kebanyakan penelitian tentang ke-Indonesia-an berpusat pada politik dan kekuasaan di Pulau Jawa.
Bagaimana dengan penelitian yang berhubungan tentang seksualitas terutama dengan kaum lesbian di luar pulau non-Jawa dan jauh dari Ibu Kota Jakarta?

Continue reading Book Review – Tombois dan Femmes: Menantang Gender Label di Indonesia

Webseries Kisah Carlo

KISAH CARLO KOTAK.jpg*Ferena Debineva

Kisah Carlo bercerita mengenai sebuah ruangan di rumah sakit Carolus, yaitu Ruang Carlo, yang merupakan pusat pelayanan dan pengobatan bagi penderita HIV/AIDS.

Kisah ini dibuat untuk kepentingan non-komersil dalam rangka menyebarkan kepedulian, kewaspadaan, serta edukasi terhadap penyakit HIV/AIDS kepada masyarakat melalui media elektronik.

Episode pertamanya yang berjudul Pilot, sudah diluncurkan bertepatan dengan hari AIDS Sedunia, pada tanggal 1 Desember 2015 lalu. Kisah Carlo ini berupaya menggambarkan dinamika kehidupan di orang-orang yang hadir: dokter, perawat, biarawati, konselor, pasien, rekan, dan bahkan keluarga ketika bersinggungan dengan isu HIV/AIDS.

Continue reading Webseries Kisah Carlo

Movie Review: Something in the Way

*Erlita Putranti

images

Reza Rahadian masturbating.

That one simple act is honestly why I was lured after merely 20 seconds of the trailer. In my defense, you don’t get to see an Indonesian movie with such blatant sexual act often – even if we do have a lot of lewd themed movies. And Something in the Way actually talk about sexuality instead of selling sex, so my point still stand. Anyway, I’ve been wanting to watch this movie since mid-2014 and thanks to Salihara, I finally got the chance to do so in time to be a belated birthday celebration too. While it’s not as much of a social critique as I thought it would be, it still was mesmerizing.

Continue reading Movie Review: Something in the Way

Fifty Shades of Black and Blue

images

*Sev

“So do we make love now?”

“I don’t make love. I fuck. Hard.”

Cue people swooning and fanning their crotches, either it’s in front of their laptops or in theaters around the world. Man. Whose Inner Goddess wouldn’t effing jump to do a conga when it’s Christian Grey, the young billionaire with a jawline so sharp it will serve as a great tool for Akik stone artisans? Not only the naive, virginal Anastasia Steele, I believe.

Continue reading Fifty Shades of Black and Blue

Movie Review : Kapan Kawin?

*Erlita Putranti

Kapan-Kawin-Poster-Film-Indonesia

I’m not actually a fan of romantic comedy, and only a liner away from losing my faith in Indonesian’s attempt on it. Maybe I’ve seen a little too much of those so-called television movie (or FTVs as most of us know it) and got fed up, or maybe my sense of humor is on a different frequency with the makers. But I rarely found them entertaining and thus barely felt compelled to see one on the cinema.

What makes Kapan Kawin? different, then?

Continue reading Movie Review : Kapan Kawin?